Home > Berita Bola > Diminta Pendapat Soal Pirlo, Cannavaro : “Dia Bajingan”

Diminta Pendapat Soal Pirlo, Cannavaro : “Dia Bajingan”

Milan – Mantan defender Timnas Italia, Fabio Cannavaro dengan nada bercanda menyebut eks rekan setimnya, Andrea Pirlo sebagai ‘bajingan’, dengan mengatakan bahwa sang playmaker ikonik itu memiliki kepribadian yang lebih santai dibanding apa yang digambarkan publik tentangnya.

Walau keduanya pernah sama-sama membela Inter Milan dan Juventus saat masih aktif sebagai pemain, namun mereka tidak pernah menjadi rekan setim di klub. Lain ceritanya saat di tim nasional, mereka berdua berkolaborasi menjadi bagian dari kesuksesan Italia.

Mereka berhasil mengantar Italia memenangkan gelar juara Piala Dunia 2006 dengan menumbangkan Prancis di final. Cannavaro mengalahkan Zinedine Zidane dalam perburuan penghargaan Bola Emas, sementara Pirlo ikut mendonasikan gol dalam babak adu penalti yang dimenangkan Italia dengan skor 5-3.

Jika sejumlah pihak senilai Pirlo sebagai sosok yang kalem dan penuh kharisma, maka Cannavaro punya pendapat yang jauh berlawanan, menyebut temannya tidak seperti itu dalam sebuah obrolan di Instagram Live.

“Ia seorang bajingan – saya diperbolehkan untuk mengatakan itu! Andrea itu sosok yang benar-benar cerdas dan lucu. Ia memiliki banyak lelucon, tidak seperti kelihatannya. Ia sosok teman yang hebat,” ungkap Cannavaro, bek pengoleksi 136 caps bersama Italia, yang pensiun sebagai pemain pada 2011 lalu.

Sementara itu, Cannavaro mengungkap kembali . . . . . . momen penting dalam final Piala Dunia di Berlin, yakni saat Zinedine Zidane diganjar kartu merah oleh wasit usai menanduk dada Marco Materazzi.

“Sejujurnya, saya hanya ingat suaranya saja waktu itu,” lanjutnya. “Saya berada di dekat mereka. Saya berbalik badan dan melihat Marco terjatuh.”

“Saya mendengar suaranya dan Marco berkata: ‘Ia menanduk saya.'”

“Apakah itu sakit? Selain itu, ia melakukan apa yang harus dilakukannya. Ia menjatuhkan dirinya. Selama tinggal dan terima kasih. Tapi itu adalah tandukan yang bagus!”

Sejak gantung sepatu, Cannavaro telah menjajal karier sebagai pelatih di Tiongkok dan Arab Saudi, namun ia memiliki ambisi untuk kembali ke Italia dalam waktu dekat.

“Normal,” katanya. “Saya telah beristirahat selama empat tahun dan tentu saja saya merasa lebih dari siap. Saya memiliki staf dan ide kepelatihan, itu hal yang sangat penting.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Kalahkan Robert Lewandowski Lionel Messi Resmi Mendapatkan Gelar Ballon d’Or 2021 Ketujuhnya

Jakarta – Pada Selasa (30/11/2021) dini hari WIB Lionel Messi resmi mendapatkan gelar Ballon d’Or ...