Home > Berita Liga Italia > AC Milan > AC Milan Tak Mudah Gaet Pelatih Idamannya

AC Milan Tak Mudah Gaet Pelatih Idamannya

Walau terdengar sangat ideal, tapi langkah AC Milan untuk mendapatkan Julian Nagelsmann tidaklah mudah. Raksasa Serie A Liga Italia, AC Milan, dilaporkan sedang berusaha melangsungkan pertemuan dengan Julian Nagelsmann dalam waktu dekat.

Kabar itu tiba-tiba muncul ke permukaan setelah Ralf Rangnick dikabarkan tidak mau mengisi posisi jabatan pelatih dan memilih untuk menjadi direktur teknik. Sebagai gantinya, Rangnick mengajak Julian Nagelsmann ke San Siro.

Kabar ini tentu cukup mengejutkan karena selama sebulan terakhir nama Nagelsmann tidak disinggung sedikit pun. Walau begitu, hal ini jadi sebuah kabar baik karena Nagelsmann bukanlah pelatih sembarangan di Eropa.

Pelatih klub RB Leipzig itu merupakan pelatih muda terbaik di Bundesliga Jerman yang memiliki rekam jejak impresif. Nagelsmann pernah membawa klub Hoffenheim bertanding di Liga Champions di usianya yang masih 29 tahun.

Bersama RB Leipzig, penerus spiritual Ralf Rangnick itu juga sedang bersaing di tangga juara Bundesliga dan lolos ke perempatfinal Liga Champions Eropa.

Sayang, walau terdengar sangat ideal, tapi langkah AC Milan untuk mendapatkan Julian Nagelsmann tidaklah mudah. Terbentang jalan maha terjal untuk membawa pemain berjuluk ‘Baby Mourinho’ itu ke San Siro.

Jalan Terjal Milan Dapatkan Nagelsmann

Satu hal yang pasti, dengan rekam jejaknya yang impresif Julian Nagelsmann menjadi incaran banyak klub reksasa Eropa. Sosoknya dianggap bisa membawa sebuah klub kepada masa kejayaan.

Barcelona adalah salah satu klub yang diam-diam mengagumi Nagelsmann. Ternyata, hal itu tidak bertepuk sebelah tangan karena Nagelsmann sendiri memiliki mimpi untuk melatih di sana.

Bukan cuma Barca saja, klub raksasa Jerman, Borussia Dortmund, juga pernah mengincarnya. Walau pada akhirnya ditolak Nagelsmann karena datang di waktu yang tidak tepat.

“Barcelona adalah kota yang indah, klub yang indah. Tapi itu bukan satu-satunya klub yang menarik,” kata Naglelsmann dalam sebuah wawancara dengan televisi Jerman.

Lantas, kalau Barcelona dan Dortmund tertarik mendatangkannya, apakah Nagelsmann mau mengorbankannya demi AC Milan? Bersama Rossoneri Nagelsmann harus mempersiapkan kemungkinan terburuk karena kondisi di AC Milan tidak sestabil Barcelona dan Dortmund saat ini.

Walau begitu, keberadaan Ralf Rangnick di jajaran direksi Milan bisa menjadi daya . . . . . . tarik tersendiri bagi Nagelsmann.
Duo Jerman itu memang dikenal sangat kompak.

Tapi, jangan langsung senang dulu. Kepindahan Nagelsmann ke Milan bukan cuma keputusan dari satu pihak. Apakah RB Leipzig mau melepas aset berharganya begitu saja? Nagelsmann baru didatangkan RB Leipzig pada awal musim ini.

Bagi klub yang memiliki perencanaan matang seperti RB Leipzig, melepas pelatih yang baru semusim bergabung bukanlah kebijakan populer. Pemilik RB Leipzig, Dietrich Mateschitz, adalah orang yang memiliki perencanaan matang.

Dalam dinasti sepak bola Red Bull yang dimilikinya, ia selalu memilih orang-orang terbaik di posisi yang penting. Tentunya ada perencanaan jangka panjang di balik kedatangan Nagelsmann ke Leipzig. Mateschitz tidak akan mengorbankan klubnya untuk uang.

Selain dua persoalan di atas, Milan juga masih memiliki satu hambatan besar lagi untuk bisa mendaratkan Nagelsmann. Hambatan itu datang dari sang legenda klub, Paolo Maldini. Sudah jadi rahasia umum kalau kedatangan Ralf Rangnick ke Milan membuat Paolo Maldini gerah.

Pasalnya, kedua sosok hebat ini akan menempati peran yang sama di Milan. Apabila Rangnick menjabat sebagai direktur teknik klub, maka otomatis dirinya akan menggeser posisi Paolo Maldini yang sebelumnya mengisi jabatan itu.

Apakah Milan bersedia mendepak sang legenda? Seperti diketahui, salah satu syarat yang diutarakan Maldini agar dirinya bertahan di Milan adalah agar klub melibatkannya dalam pengambilan keputusan penting klub.

Hal ini akan jadi beban moral tersendiri bagi manajemen Milan. Menyingkirkan sosok sebesar Maldini berpotensi mengundang pro-kontra di kalangan suporter.

Apalagi, Elliott Management sebelumnya sudah berbuat cukup kasar dengan mendepak legenda Milan lainnya, Zvonimir Boban. Padahal, Boban sampai harus mengorbankan jabatannya di FIFA untuk bergabung dengan Rossoneri.

x

Check Also

Kalahkan Robert Lewandowski Lionel Messi Resmi Mendapatkan Gelar Ballon d’Or 2021 Ketujuhnya

Jakarta – Pada Selasa (30/11/2021) dini hari WIB Lionel Messi resmi mendapatkan gelar Ballon d’Or ...