Home > Berita Bola > Sulut United Terpaksa Potong Gaji Pemain Demi Hindari Kebangkrutan

Sulut United Terpaksa Potong Gaji Pemain Demi Hindari Kebangkrutan

Manajemen Sulut United menunjukkan sikap yang tegas terhadap kondisi finansial selama terhentinya Liga 2 2020. Mereka tetap akan memangkas gaji para pemain, pelatih, dan staf andai sekalipun PSSI tidak memberikan izin.

Sulut United dan seluruh klub lainnya terancam bangkrut akibat defisit pemasukan selama Liga 2 2020 terhenti sampai Juni mendatang.
Sehingga salah satu langkah tepat untuk menghindari hal itu adalah dengan pemangkasan gaji.

Pilihan pemangkasan gaji ini pun menjadi yang paling banyak disuarakan oleh klub Liga 1 dan Liga 2 2020 kepada operator kompetisi, PT LIB. PSSI pun menerima dan memberikan izin melalui Surat Keputusan nomor 48/SKEP/III-2020 yang terbit pada 27 Maret lalu.

“Terkait kontrak, yang jelas kami mengikuti surat dari PSSI itu. Walaupun tidak surat dari PSSI pun, kami pasti akan menyesuaikan sendiri,” kata Manajer Sulut United, Muhammad Ridho.

Ridho sadar, kebijakan yang ditempuhnya itu merupakan sesuatu yang sangat dilematis bagi internal Sulut United. Tapi, ia harus melakukannya mengingat . . . Gabung . . . arus keuangan klub sangat seret yang tidak hanya diakibatkan dari terhentinya Liga 2 2020.

“Kondisi semua sektor juga sedikit lumpuh, baik dari ekonomi maupun sosial. Kalau disamakan dengan situasi saat kompetisi terhenti di tahun 2015, itu berbeda sekali. Dulu karena PSSI dibekukan tapi untuk yang sekarang benar-benar kondisi alam,” kata Ridho.

Seluruh pemain Sulut United saat ini sedang diliburkan dan dipersilahkan mudik ke kampung halaman masing-masing. Sampai saat ini, I Made Wirahadi dkk. belum mendapatkan jadwal untuk berkumpul menghelat latihan rutin kembali.

x

Check Also

Thibaut Courtois : Ajang UEFA Hanya Peduli Uang Bukan Para Pemainnya!

Jakarta – Sebuah kritikan pedas ditujukan kepada UEFA. Kritikan tersebut dilakukan oleh Thibaut Courtois yang ...