Home > Berita Bola > Persik Ikuti Arahan PSSI Soal Pemotongan Gaji Pemain

Persik Ikuti Arahan PSSI Soal Pemotongan Gaji Pemain

Seperti diketahui, PSSI sudah resmi mengeluarkan surat yang berisi penghentian kompetisi liga sampai 29 Mei 2020. Dalam surat itu, PSSI juga menetapkan besaran gaji untuk para pemain selama kondisi force majure.

Terhitung mulai Maret sampai Juni setiap klub wajib membayar gaji maksimal 25 persen dari kontrak awal. Abdul Hakim mengatakan kesepakatan 25 persen itu sudah disepakati oleh para pemain.

“Kami ajak pemain bicara soal pembayaran gaji. Sudah ada kesepakatan tentang hal itu (pembayaran gaji),” kata Abdul Hakim Bafagih.

Sebelum menjalin koomunikasi dengan pemain, pihaknya sudah mencoba mencari saran dari pihak-pihak lain.

“Kita dimintai rekomendasi dan pertimbangan sebelum keputusan ini dibuat. Dan pada saat itu, kita sudah mengirimkan hal itu. Tidak hanya ke PT LIB atau PSSI melainkan ke asosiasi pelatih dan pemain,” katanya.

Menurutnya apa yang disarankan federasi induk sepak bola nasional sudah cukup tepat. Jadi bukan alasan . . . Gabung . . . untuk berbeda dengan klub-klub lain yang belum menentukan sikapnya.

“Kami kira bukan itu persoalannya. Kami mengikuti regulasi dengan memberikan pemahaman kepada pemain,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa klub yang sudah jelas mencapai kesepakatan dan tanggung jawab klub untuk membayar juga terpenuhi.

“Yang penting bagi kami, klub tidak mengabaikan hak-hak pemain,” katanya.

Sejatinya Hakim tidak mau untuk memangkas gaji para pemain tapi keadaan yang sedang dialami semua pihak menuntutnya demi kebaikan bersama.

x

Check Also

Pemerintah Akan Izinkan Penonton Hadir di Stadion Dengan Persyaratan

Jakarta – Kabar gembira bagi para suporter dan pecinta sepak bola Indonesia karena pemerintah akan ...