Home > Berita Bola > Pelatih Madura United Akui Kondisi Saat Ini Lebih Berat Dibanding 1998

Pelatih Madura United Akui Kondisi Saat Ini Lebih Berat Dibanding 1998

Pelatih Madura United itu selama ini turut merasakan penghentikan kompetisi sepak bola Indonesia selama hidupnya, salah satunya Liga 1. Dari 3 kompetisi sepak bola Indonesia yang dihentikan, Liga 1 2020 menjadi ajang paling berat yang dirasakan oleh Rahmad Darmawan.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 2020 saat ini ditunda sampai 29 Mei mendatang, terkait adanya wabah virus corona (Covid-19). Bahkan kompetisi yang rencananya kembali bergulir awal Juli 2020 itu pun belum bisa dipastikan karena masih menunggu keputusan pemerintah.

Tapi, nyatanya penghentian liga di Indonesia ini bukan untuk pertama kalinya terjadi. Selama ini setidaknya ada tiga kompetisi sepak bola Indonesia yang juga sempat ditunda ataupun dihentikan.

3 kompetisi liga yang sempat dihentikan yaitu pertama tahun 1998 karena saat itu Indonesia mengalami krisis moneter. Setelah sekian lama, liga kembali dihentikan pada tahun 2015.

Saat itu Liga Indonesia di banned oleh FIFA karena ada masalah antara federasi dengan pemerintah. Dan tepat saat ini, kompetisi Liga 1 2020 sedang terkatung-katung karena tidak ada kejelasan ke depannya, apa kompetisi dapat bergulir atau tidak.

Keputusan itu memang berat karena sampai saat ini pandemi virus corona masih cukup menakutkan untuk masyarakat dunia bukan hanya Indonesia. Kalau dilihat dari tiga penghentian kompetisi, semua memiliki perbedaan tersendiri, tapi Liga 1 2020 memiliki perbedaan paling signifikan.

Perbedaan mencolok ini karena wabah virus corona yang tidak bisa ditebak kapan akan berakhir. Apalagi semua cabang olahraga pun turut mengalami penghentian turnamen.

Menanggapi hal ini, Rahmad Darmawan yang turut merasakan perbedaan dari tiga penghentian kompetisi ini menceritakan yang dirasakannya Kalau pada tahun 1998, pria yang akrab disapa RD itu masih menjadi pemain sepak bola profesional, berbeda di tahun 2015 dan 2020 ini.

“Tepat pada tahun 1998 itu memang berhenti sebentar. Dan kami tahu saat itu sepak bola akan . . . Gabung . . . kembali lanjut,” kata Rahmad Darmawan kepada wartawan.

“Tapi saat tahun 2015 saya sudah jadi pelatih dan kebetulan saya saat itu pindah ke klub Malaysia,” katanya.

Tiga pemberhentian kompetisi yang dirasakan oleh RD itu ternyata Liga 1 2020. Tentu saja, kompetisi Liga 1 ini dirasa paling berat karena sampai saat ini tidak ada kepastian yang jelas. Bahkan berbagai wacana sampai kompetisi Liga 1 berganti pun sudah santer diperbincangkan.

“Tahun 2020 kali berhenti, dan belum tahu apakan bisa lanjut atau tidak. Jadi saya rasa penghentian liga saat ini yang paling berat ya,” kata RD.

Sebagaimana diketahui, kelanjutan Liga 1 2020 ini belum bisa ditentukan, karena Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah memutuskan bahwa kompetisi dihentikan dengan status force majeure.

“PSSI menetapkan bahwa bulan Maret, April, Mei, dan Juni 2020 adalah Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia, maka status ini disebut keadaan kahar (Force Majeure),” keterangan surat dari PSSI.

“Menunda gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. Kalau perubahan status darurat tidak diperpanjang oleh pemerintah, maka PSSI menginstruksikan PT. Liga Indonesia Baru untuk melanjutkan kompetisi terhitung tanggal 1 Juli 2020.”

“Apabila pemerintah memperpanjang status darurat dan PSSI menilai situasi belum cukup ideal untuk dilanjutkan, maka kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan dihentikan,” surat yang bertanda tangan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan itu.

x

Check Also

Thibaut Courtois : Ajang UEFA Hanya Peduli Uang Bukan Para Pemainnya!

Jakarta – Sebuah kritikan pedas ditujukan kepada UEFA. Kritikan tersebut dilakukan oleh Thibaut Courtois yang ...