Home > Berita Liga Inggris > Chelsea > Lampard Menolak Dituding Diktator Soal Denda di Chelsea

Lampard Menolak Dituding Diktator Soal Denda di Chelsea

London – Frank Lampard menyebut bahwa penerapan denda besar yang dilakukan Chelsea adalah keputusan dari kebijakan bersama antara staf pelatih dan skuad.

Lampard Menolak Dituding Diktator Soal Denda di Chelsea

Selama jeda internasional, beredar sebuah gambar yang menunjukkan sanksi finansial yang diterapkan The Blues, yang bisa dijatuhkan pada para pemain jika mereka melanggar aturan di ruang ganti, termasuk denda £20,000 untuk yang terlambat mengikuti sesi latihan.

Para pemain juga bisa diganjar denda £500 per menit jika terlambat mengikuti pertemuan tim. Semua denda tersebut nantinya akan disumbangkan ke badan amal yang ditunjuk oleh Chelsea.

Lampard menyebut bahwa ia mengharapkan kedisiplinan skuadnya menjadi lebih baik, namun juga tidak ingin dianggap terlalu otoriter kepada anak asuhnya setelah mengungkapkan bahwa penerapan aturan itu telah disetujui oleh kapten Cesar Azpilicueta.

“Saya bisa mengerti mungkin itu terdengar kasar. Tidak kasar apabila Anda tidak terlambat, itu bukan apa-apa,” kata Lampard kepada reporter di Cobham Training Centre. “Itu suatu hal. Saya pikir kami menerapkan kedisiplinan karena suatu alasan.”

“Satu-satunya kekhawatiran saya ketika itu diterapkan adalah ada gambaran bahwa saya adalah ‘Tuan Yang Keras’. Kami berbicara dengan para pemain dan saya memberikan daftar tersebut kepada Azpilicueta ketika kami menerapkan sistem denda.”

“Faktanya, saya bertanya kepadanya apakah ada aspek tim yang bisa dilihat karena saya ingin mengetahui apa yang terjadi musim lalu, apakah para pemain senang atau tidak. Itu muncul dalam benak saya, jadi memang merupakan kebijakan bersama.

Mungkin angka-angka tersebut dipilih sampai batasan tertentu. Saya pikir kedisiplinan adalah hal yang penting . . . . . . dan saya sangat senang bekerja dengan para pemain. Saya ingin sukses. Saya berharap mereka saling menjaga di lapangan dan ketika mereka berlatih, jadi saya berharap mereka saling menghormati.”

Jika Anda berbicara tentang datang terlambat ke latihan, kami tiba pukul 10 dan kami mulai berlatih pukul 11. Jika Anda terlambat, seperti satu jam dan 15 menit kemudian tanpa alasan, itu menjadi masalah besar apabila Anda bersiap untuk pertandingan melawan Man City pada hari berikutnya.”

“Saya tahu denda itu relatif. Orang-orang bisa memiliki pendapat mereka sendiri. Tapi para pemain jelas sangat mempersiapkannya dan saya pikir penting untuk memiliki kedisiplinan di tempat kerja. Mereka adalah bagian dari proses.”

Saya di sini bukan menjadi seorang diktator dan mempersulit keadaan. Kami di sini untuk menjadi klub sepakbola dan bagian dari kedisiplinan yang sukses dan saya bekerja bersama mereka dalam menyatukannya. Uang denda yang masuk akan diberikan kepada badan amal dan untuk acara tertentu tim.”

“Kami belum memilikinya. Sebagian besar akan ditujukan untuk badan amal pilihan kami. Saya tidak keberatan selama tujuannya baik.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

John Terry Tak Ingin Tergesa-gesa Mengambil Pekerjaan Sebagai Pelatih

Nganggur, John Terry Akhirnya Dapat Tawaran Kerjaan Dari Mantan Klubnya Chelsea

Jakarta – John Terry saat ini tengah menganggur usai mundur dari posisinya sebagai asisten pelatih ...