Home > Berita Bola > Dybala Masih Mampu Bersinar Meski Juventus Sudah Punya Ronaldo

Dybala Masih Mampu Bersinar Meski Juventus Sudah Punya Ronaldo

Setelah mencetak gol ke gawang AC Milan, sah rasanya jika menyebut Paulo Dybala adalah La Joya yang tahan banting meski Cristiano Ronaldo di Juventus. Ya, La Joya adalah julukan yang melekat pada Paulo Dybala, di mana punya artian ‘Sang Pertama’. Sudah sangat lama sebenarnya, bahkan julukan ini berasal dari wartawan di kampung halamannya, di Cordoba, Argentina.

SATUPEDIA menyebut Dybala sebagai La Joya yang tahan banting, karena tidak hancur walau dipukul keras oleh situasi saat Cristiano Ronaldo datang ke Juventus di bursa transfer musim panas 2018. Yang terbaru adalah, Dybala lagi-lagi menunjukkan kualitasnya di pertandingan Serie A Italia 2019-2020 giornata ke-12 saat Juventus vs AC Milan di Allianz Arena, Senin (11/11/19) dini hari tadi.

Bermain sebagai tuan rumah, Juventus langsung mendominasi jalannya pertandingan dan menekan pertahanan AC Milan. Tapi penampilan buruk Cristiano Ronaldo yang di pertandingan itu digantikan Dybala, benar-benar berpengaruh.

Hingga pertandingan berjalan 55 menit, Sarri membuat keputusan yang terbilang sangat berani. Dia menarik keluar sang megabintang, Ronaldo dan memasukkan Dybala dengan harapan memberi warna baru pada serangan Juventus yang monoton.

Benar saja, harapan Sarri kepada Dybala akhirnya menjadi kenyataan saat sang pemain mencetak gol dengan tendangan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Donnarumma benar-benar tidak berkutik menghadapi tendangan Dybala. Terkenal dengan tendangan kaki kirinya, Dybala menanggapi sepakan kaki kanannya yang membuat Donnarumma takluk dan menjadi gol kemenangan untuk Juventus.

“Tidak ada yang menyangka saya mencetak gol dengan kaki kanan saya. Itu semua berawal dari saya menerima bola dengan kaki kanan, dan menendangnya saja tanpa mengganti ke kaki kiri. Beruntung itu semua berjalan dengan baik,” kata Dybala sumringah saat konferensi pers setelah pertandingan.

Kejutan demi kejutan terus ditunjukkan oleh Dybala, tidak hanya untuk para fans Juventus tapi juga kepada semua pecinta sepak bola di seluruh dunia. Tidak hancur lebur setelah kedatangan Ronaldo, Dybala malah makin menunjukkan kualitasnya sebagai Sang Pertama untuk Juventus. Sejak Juventus mendatangkan Cristiano Ronaldo di bursa transfer musim panas 2018, statistik yang dicatatkan Dybala memang cukup merosot.

Dia bermain sebagai pemain pengganti sebanyak 6 kali dan juga ditarik keluar sebanyak 6 kali dalam 30 penampilannya di Serie A Italia musim lalu. Dia juga hanya mencetak 5 gol dan 2 assist.

Tapi beberapa dari 5 gol Dybala sangat krusial untuk tiga poin Juventus. Seperti saat dia mencetak gol tunggal ke gawang Bologna . . . . . . yang memenangkan Bianconeri, di mana dia juga sebagai pemain pengganti.

Gol penting Dybala musim lalu juga terjadi saat menghadapi AC Milan, di mana menjadi gol pertama Juventus yang membuat kedudukan menjadi imbang 1-1. Beruntung, Moise Kean mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan dan Juventus menang 2-1 atas AC Milan.

Di pertandingan Liga Champions, Dybala juga punya peran penting untuk Juventus walau tidak selalu dimainkan sebagai starter. Seperti saat dia mencetak gol tunggal untuk Juventus yang menang tipis 1-0 atas Manchester United di Old Trafford.

Begitu juga sejauh musim ini, Dybala harus membagi porsi bermainnya tidak hanya dengan Ronaldo, tapi juga karena keberadaan Gonzalo Higuain yang kembali dari masa pinjaman.

Bahkan Dybala pernah hanya duduk di bangku cadangan sepanjang 90 menit saat Juventus menghadapi Parma dan Fiorentina, masing-masing di giornata pertama dan ketiga musim ini.

Gol penting Dybala untuk Juventus tercipta pertama kali saat Juventus menang 2-1 melawan Inter Milan. Dybala mencetak gol pertama Bianconeri saat pertandingan menghadapi Inter baru berjalan empat menit.

Yang terakhir adalah gol tunggal yang dia lesakkan saat menjadi pemain pengganti untuk Juventus saat menang tipis 1-0 atas AC Milan. Yang lebih mirisnya, dia masuk menggantikan Ronaldo pada menit ke-55.

Tidak hanya tahan banting lagi, Dybala yang menjadi permata untuk Juventus semakin kokoh berdiri saat dia menunaikan tugasnya dengan baik menggantikan Cristiano Ronaldo di tengah pertandingan.

Ya, menggantikan Ronaldo bukan kali pertama saat menghadapi AC Milan dini hari tadi. Tapi juga terjadi di Liga Champions saat Juventus mengalami kebuntuan di pertandingan menghadapi Lokomotiv Moskow.

Benar saja, memasukkan Dybala menit ke-82, Juventus mendapatkan gol kemenangan yang dicetak oleh Douglas Costa pada menit ke-92. Memainkan Dybala sebagai super-sub benar-benar menjadi strategi baru oleh Sarri.

Dengan penampilan Dybala yang gemilang setiap kali dimainkan, baik itu sebagai starter atau pengganti, di Liga Champions atau Serie A Italia, membuat Juventus benar-benar memiliki La Joya ketika mereka frustasi dengan Cristiano Ronaldo.

x

Check Also

Oxford United Milik Anindya Bakrie Bakal Bangun Stadion Berkapasitas 18 Ribu Penonton

Jakarta – Oxford United yang sahamnya dimiliki oleh pengusaha muda Indonesia, Anindya Bakrie, dikabarkan akan ...