Home > Berita Bola > Mengapa Messi Kesulitan Cetak Gol di Copa America 2019 ?

Mengapa Messi Kesulitan Cetak Gol di Copa America 2019 ?

Buenos Aires – Di balik kesuksesan Argentina lolos ke semifinal Copa America 2019, ada setitik bercak yang cukup mengusik skuat Tango yaitu tidak lancarnya brace dari Lionel Messi.

Mengapa Messi Kesulitan Cetak Gol di Copa America 2019 ?

Dalam 4 duel yang sudah dilewati, megabintang Barcelona itu terlihatnya baru menyumbang satu brace saja, itupun terjadi via pelaksanaan sepakan titik putih. Memang betul, tidak lancarnya gol sang pemain tidak bakal menjadi urusan asalkan La Albiceleste mampu terus melangkah di gelaran Copa America 2019.

Tapi, butuh diingatkan bahwa musuh tim besutan Lionel Scaloni itu berikutnya adalah Brasil yang sampai babak 8 besar kemarin, masih belum kemasukan. Alasan di balik kuatnya pertahanan Selecao tentu akibat kedatangan Alisson Becker yang bermain begitu baik kali ini.

Menilik gawang Canarinho masih ‘perawan’, tentu Argentina butuh mencari cara istimewa untuk menjebol gawang sang kiper.

Untuk itu, magis dari seorang pemain berusia 32 tahun itu sangat diinginkan bisa bercahaya pada duel semifinal nanti sehingga ia bisal membobol gawang kiper Liverpool tersebut.

Tetapi, seperti yang telah diterangkan tadi, bahwa sang bomber sendiri tengah tidak lancar mencetak gol.

Artinya, La Albiceleste ada dalam bahaya menjelang meladeni tim besutan Tite ini.

Di waktu Argentina sangat memerlukan brace, penyerang bernomor punggung 10 itu malah sedang tidak lancar, ada apa denganmu, Messi?

Pilar kelahiran Rosario Argentina itu mengawali kegiatannya bareng La Albiceleste di Copa America pada tahun 2007. Waktu itu, sang striker yang masih sangat belia sampai babak 8 besar sudah melesakkan 1 brace dan membuat 1 assist bagi Argentina.

Lanjut ke Copa America 2011, La Albiceleste memang lantas gugur pada babak 8 besar. Tapi, bomber berpostur tinggi 170cm ini masih pernah membikin tiga asissts. Pada waktu 2015, sang pemain ternyata cuma menyumbang satu gol saja sampai babak 8 besar.

Sedangkan pada waktu yang pamungkas yaitu Copa America 2016, ayah tiga anak itu sampai babak 8 besar sukses membikin 3 brace dan merancang 2 assist. Dari data yang telah dicantumkan tadi, terlihat jelas bahwa perfoma jelek Messi pada Copa America 2019 sempat terjadi juga pada tahun 2015.

Dengan keterangan cuma mengukir sebiji gol saja, suami . . . . . . Antonella Roccuzzo itu di Copa America 2019 sempat sama jeleknya dengan tahun 2015. Tapi, menurut pemberitaan sang ujung tombak sendiri, tampaknya ia menganggap bahwa tahun 2019 bukan merupakan Copa America sempurna baginya.

“Ini bukan Copa America (2019) terbaik saya, tak seperti yang saya ekspektasi,” ungkap Messi, seperti yang dinukil dari Marca.

Langsung kalau pemiliki lima Ballon d’Or itu memandang bahwa Copa America 2019 adalah bukan yang sempurna baginya. Apa alasannya?

Setidaknya ada 2 alasan yang mungkin dapat membalas betapa jeleknya performa sang pilar di Copa America 2019, yaitu jeleknya kadar lapangan dan dirinya yang tidak memperoleh kawan.

Pasca La Albiceleste mengalahkan Qatar dengan skor 2-0, eks pemain Barcelona B itu sempat menyebutkan alasan mengapa dirinya bermain jelek dan tidak berhasil melesakkan brace di laga itu.

“Semua lapangan tempat kami bermain buruk. Bola memantul banyak dan anda perlu kontrol ekstra untuk menghentikannya,” cerita Messi seusai laga melawan Qatar di Porto Alegre, Senin (24/06/19) lalu.

Pola lapangan yang jelek memang sering kali menjadi alasan tiruan dari para amunisi sepak bola terkait performanya yang buruk. Memang betul bahwa garis tanah yang tidak rata menyusahkan pilar untuk mendominasi bola.

Bahkan, juru racik Tim Samba, Tite, juga mengaku bahwa lapangan di Copa America 2019 begitu jelek.

Tapi tentu permukaan lapangan yang tidak rata turut dirasakan juga oleh punggawa lainnya sehingga sepatutnya itu tak menjadi alasan. Sebab pada dasarnya sebagai pilar profesional, semestinya ujung tombak Blaugrana mampu menyesuaikan diri kepada segala jenis keadaan termasuk lapangan jelek.

Mungkin alasan kedua ini sedikitnya cukup dapat merespon alasan di balik tidak lancarnya brace dari sang megabintang. Yaitu, Lionel Messi memerlukan seorang rekan yang mampu menyokongnya mengkreasi ofensif dari sektor tengah.

(VS – Satupedia.com)

x

Check Also

Chelsea Boyong Penghargaan Pelatih Terbaik Pria Dan Wanita Di Ajang The Best FIFA Football Awards 2021

London – Dalam acara The Best FIFA Football Awards 2021 yang digelar pada Selasa (18/1/2022) ...