Home > Piala Presiden > Pelatih Arema Menyebut Laga Lawan Persebaya Sebagai Pertarungan Mental

Pelatih Arema Menyebut Laga Lawan Persebaya Sebagai Pertarungan Mental

Malang – Juru racik Arema FC, Milomir Seslija, menyebut pertandingan timnya menghadapi Persebaya Surabaya di final Piala Presiden 2019 adalah sebuah pertarungan mental, di samping adu skill pemain. Mental yang dimaksud adalah pemain harus mampu mengatasi tekanan pendukung tuan rumah.

Pelatih Arema Menyebut Laga Lawan Persebaya Sebagai Pertarungan Mental

Menurut Milo, sejatinya suporter lawan bukanlah masalah jika mental pemain bagus. Pemain yang sudah lama bermain sepakbola tidak akan terpengaruh dengan tekanan tersebut. Dukungan suporter akan berpengaruh naiknya mental lawan. Sehingga dalam partai tandang, Milo ingin pasukan arahannya sanggup mengatasi naiknya motivasi lawan.

“Kami harus bermain lebih pintar, sabar, melakukan sesuatu tidak tergesa dan tidak gampang terpancing oleh mereka. Kami harus bisa saling memberikan motivasi ketika di lapangan. Kesalahan kecil yang wajar dilakukan harus segera diperbaiki,” kata Milo.

Bermain di markas lawan untuk kemudian dilanjutkan di kandang sendiri menurut Milo sangat berbeda saat dia merebut juara Piala Bhayangkara bersama Arema pada 2016. Pada saat itu, dua suporter datang di satu stadion dan saling bersahutan. Sementara untuk pertandingan besok hanya suporter kubu tuan rumah yang diizinkan hadir.

“Mungkin yang berbeda adalah pemainnya pada 2016 dulu dan 2019 sekarang, dulu kami melawan Persib dan kini Persebaya, dua tim yang berbeda. Yang sama adalah atmosfer pertandingan dan semangat khas Arema. Tetapi saya selalu percaya pemain selalu berusaha bekerja keras memenuhi keinginan itu, kami sudah siap menyambut laga final ini,” tegas pelatih asal Bosnia tersebut.

Milo sendiri belum pernah mendampingi Arema berkunjung ke kandang Persebaya. Namun, Milo meyakini jika sebuah pertandingan yang terpenting adalah ketenangan.

“Tetapi, saya dan mungkin beberapa pemain sudah pernah terlibat dalam pertandingan besar melawan Persebaya seperti musim lalu kami saling mengalahkan dengan skor 1-0. Bagi saya mungkin sama seperti Madura melawan Arema, waktu itu Arema mengontrol pertandingan namun kami (Madura United) mampu menang. Memang ini cerita yang berbeda, tetapi sepakbola tekanannya selalu sama,” jelas mantan pelatih Madura United tersebut. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Kalah Telak Lawan Arema, Kalteng Putra Ingin Tambah Pemain

Kalah Telak Lawan Arema, Kalteng Putra Ingin Tambah Pemain

Malang – Terjungkalnya langkah Kalteng Putra menuju final Piala Presiden 2019 dengan kekalahan agregat telak ...