Home > Berita Liga Spanyol > Real Madrid > Tersingkir Dengan Cara Tragis Jadi Aib Bagi Real Madrid

Tersingkir Dengan Cara Tragis Jadi Aib Bagi Real Madrid

Madrid – “Semua kerajaan tidak lebih dari kekuatan dalam kepercayaan.” Demikian kutipan masyhur dari seorang penyair Inggris, John Dryden.

Tersingkir Dengan Cara Tragis Jadi Aib Bagi Real Madrid

Kerajaan yang dibangun Real Madrid di jasa sepakbola Eropa akhirnya rusak juga. Roboh oleh sedikit kepercayaan yang dibawa oleh anggota dari Amsterdam, Ajax.

Ketersingkiran dalam sebuah gelaran profesional adalah keadaan yang biasa, karena memang alternatifnya cuma ada dua: unggul atau tumbang, kampiun atau menjadi pecundang. Tetapi di sisi sebuah hasil akhir, kadang-kadang penuh dan berat akan nilai sejarah.

Usai mendominasi tahta Eropa selama 1.000 hari, sang penguasa dipaksa mrosot dengan tidak dihormati, bahkan boleh dibilang menyedihkan. Meskipun tidak bisa juga diucapkan anak bawang di gelaran Eropa, Ajacieden dengan mengandalkan punggawa-punggawa bertalentanya, sebenarnya telah legowo dikudahitamkan ketika bertemu Los Blancos dengan susunan pilar-pilar serba berlebihya di ronde 16 besar. Rencana dan perkiraan terlihat berjalan pada treknya saat Los Merengues mengambil dua brace away dalam kemenangan 2-1 di Belanda. Di atas kertas, Madrid tidak menemukan rintangan berarti.

Nahas, juru racik Santiago Solari sedikitnya kehilangan daya ingat. Santiago Bernabeu mulai jauh dari jejak menyeramkan, setidaknya dalam tiga laga terakhir. Tidak setengah-setengah, beruntun umum Bernabeu dibuat sepi menonton klub kesayangan mereka bertekuk lutut saat kalah dari Girona 2-1, termasuk dua riwayat terakhir el Clasico menghadapi Barcelona yang berakhir kekalahan 3-0 dan 1-0.

Tren negatif di atas mungkin dapat ditutup saat menyambut Amsterdammers, semua anggap saja melampiaskan atas dua kekalahan menjadikan malu dari Blaugrana. Celaka, sekaligus menakjubkan, Godenzonen justru membuat Los Blancos menelan empat kekalahan berturut-turut di Bernabeu setelah memetik kemenangan penuh, 4-1. Ya, 4-1, kekalahan mutlak yang nyaris jarang diraih Los Merengeus di kandang sendiri jika bukan berselisih dengan Azulgrana. Sergio Ramos absen karena skorsing, lini belakang berpengalaman Marcelo dicadangkan, Gareth Bale disimpan untuk babak kedua, tidak tahu bagan apa yang dipancang nahkoda asal Argentina itu saat melakoni partai ini.

Dua cipta Dusan Tadic memberikan fasilitas dua brace perdana Ajax melalui aksi ciamik Hakim Ziyech dan David Neres sebelum nama perdana ikut mendonasi gol yang membawa raksasa Eredivisie ini menang telak 3-0.

Los Merengues pernah menghidupkan semangat saat Marco Asensio memperkecil kedudukan di menit ke-70. Tetapi, saat agregat berbeda tipis, tendangan bebas bagus Lasse Schone dua menit berselang membikin game over bagi tuan rumah. Agregat akhir, 5-3. Ajacieden berjaya!

Sesudah pertandingan, headline berbagai media sepakbola setuju menulis ucapan “memalukan”. Menjadikan Malu bagi Los Blancos, bahkan kalau boleh agak ganas, tersingkir ini adalah malu bersejarah bagi semua pihak yang berada di bawah besutan bendera Los Merengues. Dalam sejarah, mereka sempat jatuh di putaran kedua Liga Champions dengan margin kebobolan yang begitu besar saat bermain di rumah sendiri.

Tidak terbayang di pikiran Madridistas gawang klub kesayangan mereka akan dipecundangi empat kali oleh skuat sekelas Godenzonen . Status . . . . . . la Decimotercera dengan mengemas 13 gelar Liga Champions merupakan bukti benar betapa dominasi LOs Blancos tidak tertolakkan di Benua Biru, tidak terkecuali pelatih Zinedine Zidane yang mampu mempersembahkan tiga gelar Liga Champions beruntun. Tentu kalau dibandingkan dengan profil de Joden di masa sekarang, perbandingan kedua klub berlainan level. Masa keemasan Ajax bersama Jari Litmanen cs telah ditandu, yaitu di musim 1994/1995. Sejak itu, Godenzonen tidak lebih dari klub menengah di ajang Eropa.

Tetapi sekarang, Erik ten Hag dapat memperbaiki sasaran mereka di Liga Champions musim ini. Menyepak Los Merengues jelas akan mengisi spirit dan kepercayaan diri tim. Belum lagi, performa heroik Tadic yang mengemas satu brace dan dua assist –membikin dia total mengoleksi 26 brace di semua kompetisi dalam musim debutnya di Ajax– untuk menggagahi Madrid, dapat menjadi kartu As bagi si pelatih untuk penuh harapan mengarah jauh di sisa gelaran musim ini. Syukur-syukur Ajacieden dapat mengulangi kekuasaan tertinggi di musim 1994/1995.

Sementara itu, para pemangku kuasa di kubu Los Blancos boleh menjadi tengah menggulung lengan baju mereka, bersiap untuk kembali mencoba-coba jabatan panas yang ditempati juru latih kelahiran Rosario, Argentina itu. Terlihat susah pria Argentina ini dipertahankan memperlihatkan Los Merengues dibawanya turun bebas sejak mengisi jabatan yang ditinggalkan Julen Lopetegui. Tukar-tukar membawa kembali skuat ke permukaan usai kalah di bawah eks pelatih timnas Spanyol itu, nyatanya pria berusia 49 tahun itu tidak terlalu apik.

Pernah maju cepat dengan memetik empat kemenangan berurutan yang akhir pada hadiah menunjuk sebagai arsitek kepala dari status nahkoda sementara, pria berpostur tinggi 182cm itu pada perkembangannya tidak bisa menghadirkan hasil sesuai untuk skuat.

Tidak ada lagi prestasi yang bisa dilukis Solari. Di La Liga Spanyol, anak-anak didiknya yang berada di urutan ketiga tercecer 12 angka dari Blaugrana selaku pemimpin klasemen, Copa del Rey telah hilang usai Madrid dijauhkan klub yang sama, dan termutakhir, mereka dihilangkan secara memalukan oleh Amsterdammers. Yang lebih menyempitkan lagi, menganjur fakta bahwa Los Blancos terhindar di dua gelaran terakhir cuma dalam waktu tujuh hari!

Akhirnya, masa emas Los Merengues di Eropa jatuh. Tetapi akan meninggalkan luka yang mendalam karena jatuh dengan seram. Misal kekalahan ini diraih di laga final, kepala mereka masih dapat menengok ke atas. Tidak biasa rasanya menonton raja Eropa turun belum cukup di perdelapan-final, fase yang sering dapat mereka lalui dalam sembilan tahun terakhir.

(UH – Satupedia.com)

x

Check Also

Cetak Gol Di Gawang Valencia Vinicius Junior Dan Karim Benzema Dapat Pujian Dari Carlo Ancelotti

Jakarta – Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti memebrikan pujian kepada Vinicius Junior dan Karim Benzema ...