Home > Berita Liga Inggris > Chelsea > Imbang Lawan Wolverhampton, Sarri Berdalih Ubah Skema

Imbang Lawan Wolverhampton, Sarri Berdalih Ubah Skema

London – Chelsea kali pertama merubah skema bermain mereka saat ditahan imbang 1-1 oleh Wolverhampton Wanderers. Hal itu menjadi alasan Maurizio Sarri mengapa tim besutannya akhirnya gagal mengamankan poin sempurna di laga lanjutan Liga Primer Inggris tersebut, Minggu [10/03/2019] lalu.

Imbang Lawan Wolverhampton, Sarri Berdalih Ubah Skema

Mantan pelatih Napoli itu dikenal sebagai sosok yang pakem pada satu taktik, yang kerap dikenal dengan istilah ‘Sarri-Ball’. Tetapi dia akhirnya memberanikan diri merombak stigma tersebut dengan formasi 4-2-3-1.

Perubahan taktik tersebut, diakui Sarri, tidak berjalan efektif dan menjadi masalah baru bagi timnya.

Eden Hazard sempat membuka skor untuk The Blues mengungguli Wolves lewat sepakan terukur dari depan kotak penalti sebelum Raul Jimenez mengepak gol untuk memaksakan pertandingan berakhir imbang 1-1.

Sarri kemudian menjelaskan bagaimana skema baru Chelsea ini berjalan di sepanjang duel tersebut.

“Jorginho dalam masalah bila para pemain lainnya tidak bergerak dengan bola. Dia bisa memainkannya dengan satu sentuhan, tapi Anda juga perlu pergerakan dari para pemain lain,” buka Sarri, mengeluh (11/03/2019).

“Di 20 menit pertama, Jorginho tidak cocok dengan 4-2-3-1, jadi ini hanya konsekuensi dari perubahan sistem. Kami [memainkan] Loftus-Cheek karena dalam opini saya, kami perlu pengaruh fisik yang lebih banyak di kotak . . . . . . penalti lawan. Lalu Hudson-Odoi, sebab mustahil mengubah lawan kami, jadi sungguh penting memiliki seorang pemain yang cakap bermain satu lawan satu,” urainya.

Sarri menilai karakter dari para pemainnya tidak memadai untuk mengakomodasi sistem dengan 4-2-3-1, sehingga Chelsea tak mampu bermain secara optimal.

“Pada akhirnya, kami mengubah sistem untuk pertama kalinya menjadi 4-2-3-1. Tidak mudah memang, masalahnya bukan pada sistemnya, tapi cara kami bermain. Kami perlu menggerakkan bola dengan lebih cepat. Kami tidak bisa memainkan lima sampai enam sentuhan, sangat sulit mencetak gol. Untuk pertama kalinya kami menghadapi tim yang tidak ingin bermain. Mereka tidak melakukan serangan balik dalam 30 menit terakhir, jadi kami terus mencoba [untuk membuat gol], tandasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

John Terry Tak Ingin Tergesa-gesa Mengambil Pekerjaan Sebagai Pelatih

Nganggur, John Terry Akhirnya Dapat Tawaran Kerjaan Dari Mantan Klubnya Chelsea

Jakarta – John Terry saat ini tengah menganggur usai mundur dari posisinya sebagai asisten pelatih ...