Simak Sejumlah Fakta Menarik Jelang Laga Frosinone vs AS Roma

by -23 Views
Simak Sejumlah Fakta Menarik Jelang Laga Frosinone vs AS Roma

Frosinone – Posisi 19 Frosinone akan menghadapi urutan 5 AS Roma pada pekan 25 Serie A 2018/2019, Minggu (24/02/2019). Simak sejumlah fakta menarik menyongsong partai di Stadio Benito Stirpe ini.

Simak Sejumlah Fakta Menarik Jelang Laga Frosinone vs AS Roma

Pada perjumpaan perdana di Serie A musim ini (pekan 6), Giallorossi mengalahkan Gialloazzurri di Olimpico dengan skor telak 4-0 melalui brace Cengiz Under, Javier Pastore, Stephan El Shaarawy dan Aleksandar Kolarov.

Dalam partai away terakhirnya kontra Canarini, pada musim 2015/2016 – yang merupakan musim pertama Ciociari di Serie A, La Maggica unggul dengan skor 2-0 lewat gol-gol Iago Falque dan Juan Iturbe.

I Lupi memenangi ketiga perjumpaan sebelumnya dengan Frosinone di Serie A, menciptakan sembilan gol dan cuma satu kali kebobolan.

Roma sering melesekkan rata-rata dua brace dalam tiga pertandingan terakhirnya menjamu Canarini.

Stephan El Shaarawy adalah pilar Giallorossi yang paling kerap menyumbang gol ke gawang Gialloazzurri di Serie A, yaitu dua brace dalam dua performa. Dia melesakkan satu gol saat unggul dengan skor 3-1 di Olimpico pada musim 2015/2016, dan satu brace pada perjumpaan perdana musim ini.

Ciociari baru memetik tiga kemenangan dalam 24 pertandingan di Serie A musim ini (M3 S2 K14), cuma menciptakan 17 brace dan sudah kebobolan 46.

Daya produksi brace Frosinone (17) adalah yang paling buruk di Serie A 2018/2019 sejauh ini, sedangkan poin kebobolannya (46) merupakan yang paling buruk kedua di bawah Chievo (48).

Tiga kemenangan yang dipetik Canarini di Serie A 2018/2019 sejauh ini seluruhnya mereka olehkan di luar markas: 3-0 versus SPAL (pekan 10), 4-0 menghadapi Bologna (pekan 21), 1-0 kontra Sampdoria (pekan 23).

Gialloazzurri belum satu kali pun memetik kemenangan markas di Serie A musim ini (M0 S5 K6).

Ciociari tidak menciptakan satu brace pun dalam empat partai kandang terakhirnya di Serie A.

Frosinone sering takluk tidak mampu menyumbang gol dalam dua duel markas terakhirnya di Serie A: 0-5 menghadapi Atalanta, 0-1 melawan Lazio.

Gol paling banyak untuk Canarini di Serie A 2018/2019 sejauh ini: Camillo Ciano (6).

Assist paling banyak untuk Gialloazzurri di Serie A 2018/2019 sejauh ini: Andrea Beghetto, Francesco Cassata (masing-masing 2).

La Maggica sering unggul dan sering melesakan rata-rata dua brace dalam tiga partai terakhirnya di seluruh kompetisi: 3-0 versus Chievo (away), 2-1 melawan Porto (markas), 2-1 kontra Bologna (kandang).

I Lupi tidak pernah kalah dalam tujuh pertandingan terakhirnya di Serie A (M5 S2 K0).

Giallorossi tidak pernah tumbang dan sering melesakkan rata-rata dua brace dalam tiga pertandingan away terakhirnya di Serie A: menang 2-0 kontra Parma, seri 3-3 menghadapi Atalanta, menang 3-0 melawan Chievo.

Roma sering menciptakan rata-rata dua brace dalam enam dari tujuh partai terakhirnya di Serie A.

Nicolo Zaniolo mencetak empat gol dan dua assist dalam tujuh penampilan terakhirnya untuk La Maggica di seluruh kompetisi.

Aleksandar Kolarov menyumbang empat brace dalam tujuh penampilan terakhirnya untuk I Lupi di seluruh kompetisi.

Stephan El Shaarawy melesakkan tiga gol dalam tujuh penampilan terakhirnya untuk Giallorossi di seluruh kompetisi.

Edin Dzeko menorehkan tiga brace dan dua assist dalam enam penampilan terakhirnya untuk Roma di seluruh kompetisi.

Gol paling banyak untuk La Maggica di Serie A 2018/2019 sejauh ini: Stephan El Shaarawy (8).

Assist paling banyak untuk I Lupi di Serie A 2018/2019 sejauh ini: Cengiz Under (5).

(JH – Satupedia.com)