Home > Berita Bola > Terhenti di Babak 16 Besar, Spanyol Rindukan Lopetegui ?

Terhenti di Babak 16 Besar, Spanyol Rindukan Lopetegui ?

Jakarta – Langkah Timnas Spanyol harus terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2018 usai menelan kekalahan pada babak adu penalti dengan skor 3-4 dari Rusia saat bermain di Luzhniki Stadium, Minggu (1/7/2018) malam WIB.

Terhenti di Babak 16 Besar, Spanyol Rindukan Lopetegui ?

Sebenarnya Spanyol Tampil dominan selama 120 menit, namun mereka hanya mampu bermain imbang 1-1. Spanyol mencetak satu gol berkat bunuh diri Sergei Ignashevich. Kedudukan pun menjadi imbang setelah Rusia mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Artem Dzyuba.

Baca juga : Buffon Sudah Dijadwalkan Lakukan Tes Medis di PSG

Pada babak adu penalti, terdapat dua penendang Spanyol yang gagal mencetak gol. Koke dan Iago Aspas merupakan eksekutor yang tendangannya berhasil ditahan oleh kiper Rusia Igor Akinfeev.

Atas kegagalan itu, mungkinkah Spanyol merindukan pelatih Julen Lopetegui?

Jelang bergulirnya Piala Dunia 2018, Spanyol memang berada dalam situasi yang kurang kondusif. Pelatih Lopetegui harus dipecat karena menerima pinangan Real Madrid. Padahal, Spanyol berhasil mencatatkan 20 pertandingan tanpa kekalahan di bawah asuhan Lopetegui.

Selama babak kualifikasi Piala Dunia, Spanyol juga tampil meyakinkan dengan tak pernah kalah dalam 10 pertandingan dengan sembilan kali menang, sekali imbang. Bahkan Spanyol berhasil mencetak 36 gol dan hanya tiga kali . . . . . . kebobolan.

Kemudian Hierro pun ditunjuk sebagai pengganti Lopetegui. Setelah pergantian tersebut, permainan Spanyol pun kurang impresif sejak babak penyisihan grup. Mereka hanya mampu bermain imbang saat berhadapan dengan Portugal dan Maroko. Spanyol hanya mendapat satu kemenangan atas Iran berkat gol Diego Costa yang sedikit berbau keberuntungan.

Hierro pun mengucapkan permohonan maafnya kepada para fans Spanyol yang sudah jauh-jauh datang ke Rusia. Hierro juga menegaskan jika Spanyol saat ini tidak mengalami masalah.

“Kami datang ke sini dengan ambisi dan kami berempati pada seluruh pendukung kami, mereka semua yang datang ke Rusia,” kata Hierro di situs FIFA.

“Saya tak berpikir anda bisa membahas mengenai tim yang sedang bermasalah atau kolaps. Ada garis yang tipis antara kemenangan dan kekalahan,” dia menambahkan.

(Okto – Satupedia.com)

x

Check Also

Bersalah Terkait Kasus Pemerasan Video Seks, Karim Benzema Divonis 1 Tahun Penjara

Versailles – Hakim di Pengadilan Versailles memutuskan Karim Benzema bersalah dalam kasus pemerasan video seks ...