Home > Berita Liga Indonesia > Didenda Rp 200 Juta, Manajemen Sriwijaya FC Akui Kaget

Didenda Rp 200 Juta, Manajemen Sriwijaya FC Akui Kaget

Palembang – Manajemen Sriwijaya FC mengaku, sangat terkejut dengan pemberitahuan denda dari Komisi Displin PSSI yang merupakan denda terbesar dalam sejarah klub tersebut.

Didenda Rp 200 Juta, Manajemen Sriwijaya FC Akui Kaget

Sriwijaya FC

Denda sebesar Rp 200 juta diputuskan untuk Sriwijaya, akibat ulah suporter melepaskan bom asap saat laga Liga 1 melawan Bhayangkara FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 12 Mei lalu.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid di Palembang mengatakan manajemen klub sudah menerima surat resmi mengenai pengenaan denda yang ditandatangani oleh Ketua Komite Disiplin PSSI Asep Edwin Firdaus.

“Jelas ini sangat mengejutkan kami, bisa dikatakan ini menjadi denda terbesar dalam sejarah Sriwijaya FC karena sampai Rp200 juta,” jelas Faisal pada Sabtu (19/5/2018).

Manajemen klub belum memutuskan untuk menerima atau mengajukan permohonan banding terhadap keputusan Komite Disiplin PSSI tersebut.

Namun Faisal memberikan gambaran, pengajuan banding kemungkinan akan sulit karena Komite Disiplin PSSI sudah mengenakan denda sesuai regulasi dan didukung bukti visual berupa rekaman video.

“Tapi kami tetap akan mempertimbangkannya. Yang jelas, kami meminta kelompok . . . Gabung . . . suporter lebih bertangung jawab ke depan. Jika sudah begini, klub tentu saja dirugikan,” kata Faisal.

“Jika dihitung-hitung, uang Rp 200 juta itu setara dengan biaya tim untuk satu kali laga tandang,” tuturnya.

Baca juga: Indra Sjafri: Target Awal Kami Lolos Putaran Grup Piala Asia

Faisal mengatakan, klub sudah menyampaikan ke kelompok pendukung agar tidak melepaskan bom asap, petasan dan semacamnya, namun tindakan itu tetap dilakukan pada laga melawan Bhayangkara FC.

“Boleh-boleh saja meluapkan kebahagiaan, tapi tetap dalam koridor. Seperti diketahui bahwa penyelenggaraan pertandingan ini terikat dalam regulasi. Hal-hal yang kecil-kecil saja bisa kena denda, apalagi yang sifatnya sampai menghentikan pertandingan,” kata dia. (Siti Rahma – satupedia.com)

x

Check Also

Berang Terhadap Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun, Menpora : Blacklist Dari Timnas!

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengaku berang dengan permainan brutal yang dipertontonkan ...