Home > Berita Bola > Spanduk Palestina di Laga Sriwijaya Berujung Denda Rp 30 Juta

Spanduk Palestina di Laga Sriwijaya Berujung Denda Rp 30 Juta

Palembang – Pertandingan pertama putaran kedua kompetisi Liga 1 Indonesia 2017, pihak manajemen Sriwijaya FC harus mendapat kabar kurang baik. Pasalnya, Laskar Wong Kito untuk pertama kalinya di musim ini mendapat hukuman dari Komisi Disiplin PSSI dan juga harus membayar sejumlah uang.

Spanduk Palestina di Laga Sriwijaya Berujung Denda Rp 30 Juta

Hukuman ini diberikan Komdis PSSI setelah suporter Sriwijaya dianggap terbukti memasang spanduk bermotif politik saat menjamu Persipura Jayapura, Minggu 30 Juli 2017 di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Atas pelanggaran tersebut, manajemen Sriwijaya pun dijatuhi denda sebesar 30 juta rupiah dan wajib dibayar 2 minggu ke depan.

Terkait keputusan sanksi ini, pihak manajemen Sriwijaya FC pun tidak dapat mengajukan banding kepada Komdis PSSI. Saat dikonfirmasi, sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid mengaku sudah secara resmi menerima surat terkait sanksi ini.

Baca juga : Raup 222 Juta Euro Dari Penjualan Neymar, Barca Buru Pemain Seharga 32 Juta Euro

“Surat tersebut kami terima Sabtu dan sudah kami tembuskan kepada seluruh suporter Sriwijaya agar dapat menjadi pembelajaran bersama ke depannya,” ujar Faisal saat dihubungi Minggu (6/8/2017).

Sementara itu dari pihak kelompok suporter Sriwijaya yaitu Singa Mania yang melakukan . . . . . . hal tersebut dibuat cukup bingung dengan kebijakan ini.

“Karena ada di beberapa kota lain seperti ini dan tidak mendapat denda, kemarin pun aksi kami tidak ada kaitannya dengan politik dan sesuai dengan prinsip bangsa Indonesia. Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus segera dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ungkap ketua umum Singa Mania, Ariyadi Eko Neori, sembari mengutip kalimat dari Undang-Undang Dasar 1945 Republik Indonesia.

Selain itu, dirinya juga menolak anggapan bahwa aksi ini ada kaitannya dengan dukungan terhadap satu kelompok tertentu.

“Masalah Palestina bukan soal agama, tapi kalau pun harus dikaitkan bukankah penindasan kepada sesama manusia tetap tidak dibenarkan oleh semua agama manapun?” tegas Ariyadi.

(Reno – satupedia.com)

x

Check Also

Lionel Messi Dituduh ‘Mencuri’ Trofi Ballon d’Or 2021, Begini Reaksi Sang Ayah

Jakarta – Ayah Lionel Messi, Jorge Messi, ikut memberikan tanggapan terkait tuduhan yang ditujukan kepada ...