Home > Berita Liga Indonesia > Kehilangan Wiljan Pluim Lini Tengah PSM Makassar Keropos

Kehilangan Wiljan Pluim Lini Tengah PSM Makassar Keropos

Makassar –  Saat menjamu Perseru Serui PSM Makassar dipastikan tidak bisa menurunkan salah satu gelandangnya. Akibat skorsing Wiljan Pluim terpaksa absen di stadion Andi Mattalatta, Rabu (23/8/2017) .

Kehilangan Wiljan Pluim Lini Tengah PSM Makassar Keropos

Wiljan Pluim

Pluim batal meladeni wakil Papua itu setelah menerima satu kartu kuning saat PSM ditahan Persija Jakarta 2-2 di stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (15/8/2017). Pemain asal Belanda tersebut dipaksa istirahat satu laga karena terkena akumulasi kartu.

Baca Juga : Timnas Sebenarnya Unggul Operan Tapi Tak Bisa Cetak Gol

Ini tentunya jadi kerugian bagi PSM. Sebab, peran pemain berusia 28 tahun itu sangat penting bagi Juku Eja. Pluim merupakan pengatur serangan di lini tengah. Terlebih, setelah hijrahnya Reinaldo Elias da Costa, dia sekarang jadi pemain tersubur PSM dengan torehan enam gol.

Tidak mengherankan jika pelatih PSM, Robert Alberts merasa kecewa dengan situasi ini. Dia mengaku kesal atas keputusan wasit asal Iran, Mouood Bonyadifar yang memberi . . . . . . kartu kuning pada marquee playernya itu. Padahal, Pluim tidak melakukan pelanggaran.

“Kekecewaaan terbesar adalah Wiljan Pluim mendapatkan kartu kuning. Padahal, Pluim tidak mengatakan sesuatu apapun, tidak mendekati wasit, tidak melakukan apa pun ke wasit. Tapi, dia dapat kartu kuning,” jelas Robert.

Terlepas soal skorsing Pluim, Robert juga mengkritik performa PSM saat melawan Persija Jakarta. Dia tidak mengerti mengapa pasukannya gagal meraih kemenangan meski sempat unggul 2-0.

Karena itu, Robert tidak ingin hal serupa terjadi saat menjamu Perseru Serui. Meski lawan merupakan anggota zona degradasi, jangan pernah memberi kesempatan untuk mengembangkan permainan.

(Siti Rahma – satupedia.com)

 

x

Check Also

Dianggap Kalah WO Lawan Persis Solo, PSG Pati Ajukan Banding

Jakarta – PSG Pati mengajukan banding atas putusan Komisi Displin PSSI yang memutuskan Java Army ...