Home > Berita Liga Inggris > Arsenal > Arsenal Sukses Boyong Trofi Community Shield 2017 Lewat Drama Adu Penalti

Arsenal Sukses Boyong Trofi Community Shield 2017 Lewat Drama Adu Penalti

London – Chelsea memilih starting eleven dengan ujung tombak Michy Batshuayi dan mencadangkan Alvaro Morata. Sehingga Arsene wenger langsung memilih striker Alexandre Lacazette untuk mengadu ketajaman lini depan dan memilih permainan agresif. Chelsea pun harus merelakan Arsenal untuk memboyong trofi Community Shield 2017 lewat drama adu penalti.

Arsenal Sukses Boyong Trofi Community Shield 2017 Lewat Drama Adu Penalti

Arsenal Juara Community Shield

Berikut catatan pertandingan yang baru saja selesai.

The Gunners mengawali pertandingan dengan sangat positif, kecepatan Danny Welbeck dkk. membuat pertahanan Chelsea kewalahan, Arsenal bahkan mendapat peluang di sudut sempit kotak penalti pada menit kesepuluh, namun gagal mengelabui Thibaut Courtois.

Baca juga : Shakira Ceritakan Momen Indahnya Bertemu Pique

Pada menit ke-23, Lacazette menunjukkan kualitasnya, walau Lacazette mendapatkan hadangan Gary Cahill, namun striker yang direkrut dari Lyon itu masih mampu melepas tembakan melengkung di dalam kotak penalti, Kiper Chelsea gagal menjangkau bola tapi sayang, laju bola hanya menghantam tiang.

Ketika laga menginjak setengah jam, terjadi insiden yang melibatkan Cahill dan Per Mertesacker. Keduanya berebut bola dan bek Arsenal harus terkapar dengan kepala mengeluarkan darah, hal tersebut membuat The Gunners bermain dengan sepuluh pemain, dan Chelsea mampu memanfaatkannya untuk membalikkan momentum bahkan setelah Sead Kolasinac masuk.

Kiper Petr Cech dipaksa melakukan penyelamatan pada menit ke-35, ketika umpan panjang Willian mengarah tepat kepada Pedro yang kemudian melepas tembakan keras terarah. Dalam sepuluh menit terakhir, kedua tim tidak mampu memecah kebuntuan sehingga skor tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, petaka mendatangi Arsenal, Chelsea sukses mencuri gol cepat ketika laga baru dimulai kembali selama dua menit. Dengan memanfaatkan situasi tendangan penjuru, Victor Moses lolos dari penjagaan saat mengejar . . . . . . umpan Cahill dan tanpa kesalahan menaklukkan Cech untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Arsenal berusaha keras mengejar ketertinggalan, tetapi Cahill dan Luiz tampil istimewa di jantung pertahanan hingga membuat penyerang Gunners kesulitan. Courtois juga tidak kalah tangguh, dia melakukan penyelamatan gemilang saat Elneny melepas tembakan dari sudut jauh pada menit ke-58.

Melihat kebuntuan ini, Arsene Wenger akhirnya melakukan perubahan, maka dimasukkan Olivier Giroud dan Theo Walcott, untuk menggantikan Lacazette dan Iwobi.

Arsenal terus melakukan serangan, pada menit ke-75, Courtois kembali dipaksa melakukan penyelamatan heroik, kali ini setelah dia menepis tembakan jarak jauh Granit Xhaka.

The Blues yang mendapatkan petaka ketika laga menginjak sepuluh menit akhir. Pedro diusir oleh wasit karena melakukan tekel berbahaya dari belakang pada Elneny, Situasi Chelsea yang hanya tinggal 10 pemain dimanfaatkan oleh Arsenal, tendangan bola mati itu beruah gol penyama kedudukan.

Tendangan bebas yang dieksekusi oleh Xhaka disambar dengan sempurna oleh Kolasinac, skor pun menjadi 1-1. Di sisa waktu normal, Arsenal mendominasi atas sepuluh pemain Chelsea, tetapi laga harus dilanjutkan ke adu penalti karena tidak ada gol lagi yang tercipta.

Dalam babak adu penalti, Arsenal memastikan diri menjadi juara setelah para penendang mereka tidak ada yang gagal, sementara dari pihak Chelsea, eksekusi tendangan Courtois dan Alvaro Morata tidak mampu melesat secara sempurna.

(Baharudin – Satupedia.com)

x

Check Also

Matthijs De Ligt Diincar Chelsea Untuk Gantikan Antonio Rudiger

London – Pada musim panas mendatang Chelsea kemungkinan besar akan kehilangan salah satu pemain andalan ...