Home > Berita Liga Indonesia > Aliyudin : Suporter Yang Diperbatasan Harus Dilibatkan Perdamaian The Jakmania Dan Bobotoh

Aliyudin : Suporter Yang Diperbatasan Harus Dilibatkan Perdamaian The Jakmania Dan Bobotoh

Jakarta – Legenda Persija Jakarta, Aliyudin menyambut hal positif rencana perdamaian antara The Jakmania (suporter Persija) dan Bobotoh (suporter Persib). Menurutnya itikad baik tersebut harus segera direalisasikan.

Aliyudin : Suporter Yang Diperbatasan Harus Dilibatkan Perdamaian The Jakmania Dan Bobotoh

Aliyudin : Suporter Yang Diperbatasan Harus Dilibatkan Perdamaian The Jakmania Dan Bobotoh

Menurut pria yang pernah perkuat Persib, menyatakan perdamaian antara kedua suporter tersebut harus melibatkan semua pihak. Sebab, tanpa dukungan tersebut sulit rasanya hal ini bisa terjadi.

Selain itu, Aliyudin menuturkan kalau suporter yang diperbatasan juga harus turut dilibatkan. Mengingat daerah tersebut adalah tempat yang rawan terjadi pertikaian.

“Saya berharap niat baik ini dapat dipahami dan dijalani para kader atau simpatisan kedua kelompok hingga tingkatan akar rumput di bawah. Terlebih dapat dilakukan oleh mereka yang berada di kawasan perbatasan seperti di Bogor, Bekasi, Depok dan sekitarnya,” kata Aliyudin.

Baca juga : Perubahan Formasi Kunci Sukses Bhayangkara FC

“Kenapa harus dilakukan oleh mereka yang berada di perbatasan? Karena intensitas pertemuan mereka cukup sering dan selalu berpotensi terjadi gesekan. Para pengurus . . . . . . kedua kelompok yang berada di perbatasan harus lebih intens menjalin komunikasi demi terciptanya perdamaian,” ia menambahkan.

Tak hanya itu, Aliyudin juga merasa senang dengan dukungan gelombang yang diberikan atas rencana perdamaian tersebut. Ia merasa hal tersebut merupakan bentuk nyata perhatian dari semua kalangan.

“Semoga, gelombang dukungan perdamaian yang saat ini sedang digaungkan dapat terus membesar dan menyebar ke seluruh lapisan. Sudah saatnya kita mengembalikan marwah sepakbola sebagai alat persatuan, bukan perpecahan,” ujarnya.

“Bila sepakbola hanya akan melahirkan perpecahan dan hilangnya nyawa seseorang, untuk apa ada sepakbola? Sebelum menjadi pecinta sepakbola, kita sudah lebih dulu menjadi manusia. Karena itu, mari kita tanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam sepakbola,” tambahnya.

(Baharudin – satupedia.com)

x

Check Also

Seri 3 BRI Liga 1 2021/22 Batal Digelar di Jawa Timur

Jakarta – PT Liga Indonesa Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia memastikan ...