Home > Berita Liga Indonesia > Ricky Nelson : “Satu poin di Kanjuruhan Adalah Sesuatu Yang Sulit

Ricky Nelson : “Satu poin di Kanjuruhan Adalah Sesuatu Yang Sulit

Samarinda – Pelatih caretaker Borneo FC Ricky Nelson mengungkapkan, dirinya langsung meyakinkan anak asuhannya mencuri poin di kandang Arema FC, Minggu (30/7/2017) malam WIB, setelah Cristian Gonzales ditarik keluar.

Ricky Nelson : “Satu poin di Kanjuruhan Adalah Sesuatu Yang Sulit

Ricky Nelson : “Satu poin di Kanjuruhan Adalah Sesuatu Yang Sulit

Dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Kanjuruhan ini, Gonzales ditarik keluar pada menit ke-87, dan digantikan Arif Suyono. Menurut Ricky, ia menggunakan tiga bek untuk mematikan Gonzales dan Esteban Vizcarra. Strategi itu berhasil, meskipun Arema masih mendapatkan sejumlah peluang.

“Satu poin di Kanjuruhan adalah sesuatu yang sulit. Kami senang karena mendapatkan poin untuk dibawa pulang. Pada awalnya kami menggunakan formasi tiga bek untuk mematikan Gonzales. Strategi itu berhasil karena tidak banyak peluang yang dia dapatkan,” beber Ricky.

Baca juga : Nilmaizar Berharap mempunyai Pemain Baru

“Arema sepertinya terpancing untuk kemudian menggantinya. Bagi saya, saat dia keluar lapangan, pertandingan sudah selesai, karena Arema tidak memainkan umpan silang lagi melainkan umpan datar. Jadi tinggal menunggu saja di kedalaman, dan membuang bola.”

Di sisi lain Ricky enggan membahas balas dendamnya yang belum terwujud saat . . . . . . dikalahkan Arema di Piala Presiden. Tetapi dia menyakini masih ada kesempatan itu di putaran kedua.

“Dendam itu sebenarnya bukan sesuatu yang perlu dibesarkan. Kami tidak menang, tetapi masih ada kesempatan menang di putaran kedua. Tetapi yang perlu menjadikan catatan adalah kami tidak pernah kalah melawan Arema di kompetisi resmi saat laga itu digelar di Kanjuruhan,” tukasnya.

Sementara itu Ponaryo Astaman lebih menyoroti kartu merah yang diterima Diego Michaels. Menurutnya emosi pada pertandingan adalah hal yang wajar. Namun sebagai kapten dia berusaha untuk menasehatinya agar bisa mengontrol emosi di laga berikutnya.

“Harus diakui hal hal seperti ini merugikan tim. Tapi mau bagaimana lagi, hal itu sudah terjadi, dan berusaha memperbaikinya. Bukan hanya untuk Diego, tetapi juga untuk pemain lainnya agar bisa menjaga emosi,” ujar Ponaryo.

(Baharudin – satupedia.com)

x

Check Also

Seri 3 BRI Liga 1 2021/22 Batal Digelar di Jawa Timur

Jakarta – PT Liga Indonesa Baru (LIB) selaku operator kompetisi sepak bola di Indonesia memastikan ...