Home > Berita Bola > Beberapa Kendala Yang Harus Di Alami Oleh Timnas Futsal Putri

Beberapa Kendala Yang Harus Di Alami Oleh Timnas Futsal Putri

Jakarta – Tim nasional futsal putri Indonesia ditargetkan meraih satu medali emas di SEA Games 2017 Malaysia. Padahal, lapangan latihan pun tak ideal.

Beberapa Kendala Yang Harus Di Alami Oleh Timnas Futsal Putri

Timnas Futsal Putri

Dibandingkan dengan tim nasional futsal putra yang diwarnai polemik menuju SEA Games 2017 Kuala Lumpur, bagian putri boleh dibilang lebih beruntung. Mereka tidak perlu biaya mandiri untuk terbang ke Malaysia, karena sudah terdaftar dalam pelatnas Satuan Tugas Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Pemusatan latihan juga sudah bergulir sejak Mei lalu atas biaya dari Satlak Prima.

Kendati berstatus pelatnas Satlak Prima, tak lantas membuat Rani Mulyasari dkk. bebas dari kendala. Pelatih timnas futsal putri, Andre Picessa, mengatakan selain ujicoba ke Jepang yang batal, sebulan jelang perhelatan SEA Games mereka juga harus berjibaku dengan masalah lapangan yang tak sesuai dengan lapangan yang akan digunakan di Malaysia.

Mereka harus mencari lapangan yang sesuai dengan kondisi pertandingan di Malaysia. Saat ini, yang paling memungkinkan adalah menggunakan lapangan futsal di Senayan Trade Center, Jakarta. Selama pemusatan latihan mereka menggunakan lapangan futsal di kawasan Kebayoran Lama yang fasilitasnya tidak lengkap.

“Di lapangan yang biasa kami pakai sebenarnya indoor cuma panas karena tidak ada Air Conditioner (AC). Sementara, yang kami inginkan lapangan ber-AC seperti di Malaysia. Saya tidak ingin anak-anak kaget dengan kondisi itu saat mulai pertandingan nanti,” kata Andre di sela-sela latihan, Juamt (21/7/2017).

Baca juga : Real Madrid Akan Kehilangan Pemain Lagi

“Kami pilih STC karena selain ber-AC, lapangan yang digunakan standar pertandingan seperti di Malaysia. Sebenarnya kami bisa menggunakannya, cuma di sana tutup pukul 16.00 WIB, sementara kami butuh hingga pukul 18.00 WIB.

“Ya, semoga ada titik temu, . . . . . . sehingga kami bisa menggunakan lapangan di sore hari karena paginya itu kami gunakan untuk latihan fisik dan gym,” katanya.

“Saya tidak tahu apakah ada opsi lain karena dengan standar di sana (STC) dengan lapangan sesuai standar di Malaysia. Jadi mau tak mau harus ada surat dari FFI ke manajer STC dan harusnya PSSI bisa bantu karena kami masih di bawah mereka.”

Andre juga mengungkapkan kendala lain. Saat ini, timnya masih menggunakan seragam brand-brand lokal. Padahal harusnya apparel yang digunakan sudah resmi yaitu jersey Nike.

“Kami tidak tahu apakah dari PSSI atau Nike yang belum memberikan ke kita. Selama ini, kami masih pakai produk lokal, campur-campur. Selama dibantu brand lokal syukur juga, tapi tidak mungkin timnas pakai warna-warni. Semoga ini ada titik temu dengan yang bersangkutan untuk mendapatkan training yang seharusnya kami pakai,” ujarnya.

“Setahu saya untuk membeli apparel timnas di toko Nike tidak bisa menjual karena sudah ada perjanjian antara Nike dengan PSSI. Jadi barang harus dibeli lewat timnas atau PSSI. Nah, itu kendala yang kami dapatkan. Semoga bisa diselesaikan dengan baik.”

“Satlak sudah membiayai semua tinggal kemana membeli barang training timnas. Anggaran sudah mereka buat dan harus dibelikan. Nah, pengadaan barang tidak bisa menyiapkan karena barang-barang tersebut sudah di PSSI dan mereka yang berhak menjual barang tersebut,” katanya.

(Reno – satupedia.com)

x

Check Also

Robert Lewandowski Dinilai Lebih Pantas Dapat Gelar Ballon d’Or Dibandingkan Lionel Messi

Jakarta – Persaingan ketat dalam perolehan gelar Ballon d’Or 2021 terjadi antara Lionel Messi yang ...