Home > Berita Bola > Nuri Sahin : “Sulit Untuk Berkonsentrasi Pada Pertandingan Saat Mengingat Insiden Tersebut”

Nuri Sahin : “Sulit Untuk Berkonsentrasi Pada Pertandingan Saat Mengingat Insiden Tersebut”

Dortmund – Insiden ledakan bom yang menyerang bus Borussia Dortmund benar-benar mengguncang mental bagi Nuri Sahin. Wajah-wajah ketakutan para pemain Dortmund akan selalu membekas dalam pikiran Sahin.

Nuri Sahin : "Sulit Untuk Berkonsentrasi Pada Pertandingan Saat Mengingat Insiden Tersebut"

Nuri Sahin

Tiga ledakan terjadi di dekat bus tim Dortmund saat sedang dalam perjalanan menuju Signal Iduna Park jelang pertandingan leg pertama perempatfinal Liga Champions melawan AS Monaco, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB. Ledakan tersebut merusak kaca jendela bus dan melukai Marc Bartra.

Peristiwa itu membuat pertandingan harus ditunda. Pada akhirnya, UEFA membuat keputusan bahwa pertandingan dimainkan keesokan harinya, kurang dari 24 jam setelah insiden ledakan terjadi.

Keputusan tersebut tersebut lalu mendapatkan banyak kritikan dan tanda tanya. UEFA dinilai terlalu memaksakan para pemain Dortmund untuk tetap tampil tak lama setelah mengalami serangan. Sementara pelatih Dortmund, Thomas Tuchel, menyebut keputusan UEFA diambil tanpa mempertimbangkan kondisi para pemainya.

Sahin sendiri mengaku sulit berkonsentrasi ke pertandingan setelah insiden tersebut. Gelandang asal Turki itu bahkan baru bisa sejenak melupakan kejadian tersebut dan fokus ke pertandingan saat dimasukkan Tuchel di babak kedua.

Baca juga : Gol Penalti Griezmann Menangkan Atletico Atas Leicester

“Sulit bicara soal ini, sulit untuk menemukan kata-kata yang tepat. Kami sering menonton insiden serupa di TV dan itu jauh, jauh dari kami, bahkan ketika di Istanbul, di negara saya pada saat malam tahun baru. Itu dekat tapi juga sangat jauh dari kami dan tadi malam kami merasakannya bagaimana ada di situasi seperti itu dan saya tidak . . . . . . mengharapkan siapapun merasakannya,” ujar Sahin yang tampak emosional saat diwawancara salah satu stasiun TV.

“Sampai saya ada di atas lapangan di babak kedua, sejujurnya saya tidak berpikir soal sepakbola. Tadi malam saya tidak menyadari apa yang terjadi dan ketika saya sampai di rumah, istri dan putra saya menunggu di depan pintu dan kemudian saya merasa betapa beruntungnya kami.”

“Saya tahu sepakbola sangat penting. Kami cinta sepakbola, kami menderita bersama sepakbola, kami cinta sepakbola. Saya tahu kami dapat banyak uang dan punya kehidupan yang sangat bagus, tapi kami manusia. Ada banyak hal yang lebih dari sepakbola di dunia ini dan tadi malam kami merasakannya.”

Sahin mengaku masih merinding jika mengingat kejadian tersebut. Dia juga tak akan pernah melupakan seperti apa ekspresi wajah teman-teman setimnya setelah ledakan terjadi.

“Saya merinding. Ketika kami di dalam bus tadi malam, saya tidak bisa melupakan wajah-wajahnya (teman-teman setim). Saya tidak akan pernah melupakan wajah-wajah ini dalam hidup saya. Ketika saya melihat Marc (Bartra) di sana, dan saya duduk di sebelah Schmelzer dan saya tidak akan pernah melupakan wajah Schmelzer. Itu tak bisa dipercaya,” kata Sahin.

(Reno – satupeida.com)

x

Check Also

Bocoran Pemenang Ballon d’Or 2021, Nama Lionel Messi Keluar Sebagai Pemenangnya

Jakarta – Meski pengumuman pemenang Ballon d’Or 2021 baru akan dilakukan pada 29 November, namun ...