Home > Berita Liga Italia > AC Milan > Kekecewaan Ibrahimovic Usai Kekalahan Milan Dari Inter

Kekecewaan Ibrahimovic Usai Kekalahan Milan Dari Inter

Zlatan Ibrahimovic buka suara terkait kekalahan AC Milan 2-4 dari Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (9/2/2020). Ibrahimovic menjadi bintang di babak pertama saat AC Milan sebenarnya unggul 2-0 atas Inter hingga turun minum. Ia memberikan assist untuk Ante Rebic untuk membawa unggul AC Milan 1-0 pada menit ke-40.

Lalu kemudian mencetak gol sendiri 5 menit berselang dan membawa AC Milan unggul 2-0. Tapi, permainan luar biasa AC Milan menghilang di babak kedua. Inter justru bisa membalikkan kedudukan menjadi 4-2, dan keluar sebagai pemenang di pertandingan Derby della Madonnina.

Gol-gol kemenangan Inter dicetak oleh Marcelo Brozovic, Matias Vecino, Stevan De Vrij dan Romelu Lukaku. Penyerang AC Milan, Zlatan Ibrahimovic mengaku tidak percaya dengan apa yang terjadi sampai timnya bisa dikalahkan oleh Inter.

“Sulit menjelaskan apa yang terjadi,” kata Ibra.

“Saat turun minum babak pertama, kami berkata pada diri sendiri bahwa 15 menit pertama babak kedua akan sangat krusial. Lalu kami malah kebobolan 2 gol dalam 15 menit yang sudah dijalani,” katanya.

Ibrahimovic mengaku timnya sudah berhenti bermain sejak kebobolan dua gol itu.

“Kami berhenti bermain, tim pesimistis, kami berhenti melakukan pressing dan tidak mengoper dengan benar. Sejak kebobolan dua gol, semuanya hancur,” kata Ibra.

“Saya pikir Anda harus punya pengalaman, karena tim harus mengendalikan permainan saat unggul 2-0, bukan hanya menang di akhir pertandingan,” katanya.

Zlatan menyoroti kembali bagaimana AC Milan bermain luar biasa di babak pertama. Ia bahkan tidak menyangka Inter bermain buruk.

“Ini aneh, kami bermain cukup sempurna. Saya bahkan berharap lebih dari permainan Inter.”

“Di babak pertama, mereka tidak terlihat seperti tim yang ada di peringkat kedua. Tapi mereka melakukannya justru di babak kedua,” kata Ibra.

Kekalahan ini membuat AC Milan tetap tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara. Sekaligus menghentikan catatan tidak terkalahkan AC Milan sejak 2020 atau sejak Zlatan Ibrahimovic datang. Sementara itu, Inter Milan menyamai poin Juventus di puncak kalsemen dengan 54 poin.

Mereka menghidupkan kembali peluang meraih Scudetto musim ini, bersaing dengan Juventus dan Lazio. Di waktu terpisah, Stefano Pioli cukup kecewa dan marah kepada anak asuhnya karena ia sudah mewanti-wanti mereka untuk disiplin dalam bertahan. Sampai AC Milan kebobolan dengan cepat di awal-awal babak kedua.

“Saya marah kepada pemain saya, karena kami punya tugas bertahan dalam beberapa momen, tapi kami membiarkan mereka sehingga kami dihukum,” kata Pioli.

“Sangat disayangkan, kami mengontrol permainan lawan tim yang kuat, membuat tidak ada perbedaan 19 poin di antara kami. Kami punya tugas bertahan dan tidak menampilkan performa yang baik,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Lerby Eliandry Siap Jadi Andalan Bali United di Laga Kontra Than Quang Ninh

Lerby Eliandry Siap Jadi Andalan Bali United di Laga Kontra Than Quang Ninh

Denpasar – Bali United bakal mengawali Piala AFC 2020 dengan menghadapi klub asal Vietnam, Than ...