Home > Berita Liga Indonesia > Keseriusan Bhayangkara FC Hadapi Putaran 2 Liga 1 2019

Keseriusan Bhayangkara FC Hadapi Putaran 2 Liga 1 2019

Jakarta – Bhayangkara FC amat serius dalam menyiapkan skuatnya menyongsong bergulingnya paruh kedua Liga 1 2019.

Keseriusan Bhayangkara FC Hadapi Putaran 2 Liga 1 2019

The Guardian di bawah sang nahkoda, Paul Munster mengadakan persiapan dengan latihan dua kali dalam satu hari. (11/09/2019)

Dua kali sesi latihan tersebut dilakukan para pilar kampiun Liga 1 2017-2018 itu di pagi dan sore hari.

Pelatih asal Inggris itu terus genjot latihan anak didiknya sesudah kembali dari pemusatan latihan (TC) di Kota Batu, Jawa Timur.

Ia memberi latihan pagi dan sore hari yang dilakukan di Lapangan ABC GBK, Senayan dan Lapangan Aldiror, Jakarta Selatan.

Sang juru latih menyatakan punya alasan untuk memberi latihan tambahan kepada anak didiknya.

Ia menjelaskan butuh mengadakan faktor tersebut supaya para pilar tahun dengan cara serta susunan taktiknya.

“Jadi di satu minggu ini, setelah datang kami banyak melakukan double session,” ujar Paul Munster dikutip dari situs resmi Liga Indonesia.

“Dua sesi dalam sehari dan banyak pengulangan,”

“Tujuannya agar para pemain segera adaptasi dan paham yang saya inginkan,” ucapnya.

Juru taktik berusia 37 tahun ini pula menumbangkan bahwa cara yang ia terapkan ke Bhayangkara FC bermanfaat bagi punggawa anyar.

“Hasilnya, banyak pemain yang paham dan juga untuk pemain baru kami segera datang supaya cepat bergabung bersama tim,” kata Munster.

The Guardian memang tengah perlu hasil pasti supaya mampu naik ke papan atas klasemen sementara kompetisi kasta teratas sepak bola Indonesia.

Karena, saat ini Bhayangkara FC tengah menempati urutan ke-11 dengan mengoleksi 18 angka dari 17 pertandingan.

Tempat penghujung tersebutlah yang menjadi dasar pendepakan arsitek The Guardian sebelumnya, Alfredo Vera.

Pelatih asal Argentina itu pada paruh perdana disasarkan mampu mengangkat Awan Setho Raharjo dan kawan-kawan ke peringkat lima besar.

Tetapi, sampai jornada-jornada akhir paruh perdana, dirinya tidak sanggup memberi catatan tersebut.

Sehingga, manajemen Bhayangkara FC menentukan untuk memecatnya dan mengubahnya dengan juru taktik sementara yang pula asisten pelatihnya, Yeyen Tumena.

Sampai kesudahannya, manajemen The Guardian memilih juru latih anyar, eks nahkoda Timnas Vanuatu tersebut.

Pada paruh kedua, sang juru racik diberikan sasaran oleh manajemen untuk mampu finis di peringkat 10 besar klasemen penghujung Liga 1 2019.

(CH – Satupedia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pelatih PSM Kecewa Diimbangi Perseru BLFC

Pelatih PSM Kecewa Diimbangi Perseru BLFC

Makassar – nahkoda tim PSM Makassar, Darije Kalezic, mengaku kecewa dengan hasil imbang yang didapat ...