Home > Berita Liga Indonesia > Pelatih Arema Tanggapi Keputusan Persebaya Depak Djanur

Pelatih Arema Tanggapi Keputusan Persebaya Depak Djanur

Malang – Nahkoda Arema FC, Milomir Seslija tanggapi berita terkait pendepakan Djadjang Nurdjaman sebagai juru racik Persebaya Surabaya.

Pelatih Arema Tanggapi Keputusan Persebaya Depak Djanur

Juru latih asal Bosnia itu sedikit mengkritik bagaimana Bajol Ijo cepat mendepak arsitek asal Majalengka tersebut.

Pelatih berusia 60 tahun ini dianggap tidka berhasil mengangkat tim asal Kota Pahlawan itu menuai catatan positif dari hasil lima pertai pamungkas.

Klub kebanggaan Bonek dan Bonita itu menjalani tiga kali imbang, satu kali tumbang, dan satu kali menang pada duel pamungkas.

Tempat eks juru taktik PSMS Medan itu pun kemudian digantikan oleh asisten pelatih, Bejo Sugiantoro, yang dipilih manajemen tim sebagai juru latih kepala sementara.

Singo Edan menjajal fokus melakoni duel-duel utama Liga 1 2019 termasuk salah satunya menyambut partai panas menjamu Persebaya.

Duel kedua tim ini dijadwalkan bakal dilaksanakan pada jornada ke-14 kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Pertandingan keduanya bakal digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (15/08/2019).

Menyongsong laga ini, Bajol Ijo secara mengagetkan tidak lagi memakai servis juru racik tumpuan mereka, Djadjang Nurdjaman.

Namun berita ini tidak membikin klub asal Malang itu merasa senang.

Dikutip dari laman Kompas, Selasa (13/08/2019), menurut pelatih berusia 55 tahun ini, skuatnya fokus pada persiapan skuat ketimbang memperbincangkan kandidat musuh mereka.

Meskipun begitu, eks nahkoda Madura United itu menuturkan pergantian arsitek bukannya penyelesaian langsung bagi skuat.

Karena, faktor itu terkadang bisa membikin pilar menjadi terkejut.

Menurut mantan pelatih Persiba Balikpapan itu, hasil dari sebuah proses yang dilakoni dan mengganti juru racik belum tentu membuahkan hasil yang apik untuk klub.

“Saya pernah bilang soal pergantian pelatih, bahwa hal itu bukan solusi karena kadang-kadang bisa membuat pemain shock,” ucap Milo.

“Mengganti pelatih belum tentu ada perkembangan signifikan di tim, hasil itu soal proses.”

“Saya bukan membela pelatih yang sudah dipecat, tetapi orang-orang berpikir pelatih baru akan menghasilkan hal baru. Tidak semua seperti itu, semua butuh adaptasi,” kata Milo.

Pendepak pria asal Majalengka ini sebagai nahkoda Bajol Ijo jadi kabar utama di Liga 1 2019.

Sebelumnya, PSIS Semarang pula memecat juru taktik kepalanya, Jafri Sastra, lantaran urusan sama.

(KS – Satupedia.com)

x

Check Also

Penyerang TIRA-Persikabo Mengaku Nyaman Latihan Bersama Timnas Indonesia

Penyerang TIRA-Persikabo Mengaku Nyaman Latihan Bersama Timnas Indonesia

Bogor – Punggawa TIRA Persikabo Osas Saha mengaku menikmati latihan perdana dalam balutan jersey timnas ...