Home > Berita Bola > Curi Perhatian, Inilah Wasit Perempuan di Piala Super Eropa 2019

Curi Perhatian, Inilah Wasit Perempuan di Piala Super Eropa 2019

London – Berlainan Liverpool atau Chelsea, melainkan sosok Stephanie Frappart yang tiba-tiba mencuri perhatian setelah menjadi pengadil lapangan di Piala Super Eropa, siapa dia?

Curi Perhatian, Inilah Wasit Perempuan di Piala Super Eropa 2019

The Reds baru-baru ini membawa gelar Piala Super Eropa 2019 setelah menumbangkan The Blues dalam drama adu titik putih. Pertandingan sendiri berjalan dengan amat menarik di mana kedua kesebelasan saling membalas brace.

Selama 120 menit yang terhitung paruh tambahan, kedua tim ini berlaga sama tangguh 2-2. Di babak adu tos-tosan, kiper skuat asuhan Juergen Klopp ini, Adrian tiba-tiba jadi pahlawan setelah menggagalkan titik putih Tammy Abraham, Liverpool menang tipis 5-4.

Meskipun yang menang adalah klub asal Merseyside itu, sejatinya sosok yang berhasil menyita perhatian para penggemar sepak bola adalah pengadil lapangan Stephanie Frappart. Siapa sesungguhnya Wasit wanita perdana di Piala Super Eropa itu?

Lahir di Prancis pada 14 Desember 1983, Stephanie Frappart terbit dan berkembang sebagai pengadil lapangan wanita penyumbang sejarah sebagai yang perdana mengetuai di Piala Super Eropa. Ketika dipilih jadi wasit Piala Super Benua Biru, sang perempuan menyatakan bahagia bisa memandu partai sebesar itu.

“Saya sangat senang dan itu benar-benar sebuah kejutan. Saya harap ini akan menjadi contoh bagi wasit perempuan dan bagi setiap gadis muda yang mungkin memiliki cita-cita sama,” ungkap Frappart di laman resmi UEFA.com.

Wanita berusia 35 tahun ini sendiri jatuh cinta pada jaga wasit sepak bola ketika masih muda. Tepatnya pada umur 13-14 tahun, sang perempuan mulai menaruh minat dengan aturan permainan dan mulai mendalaminya.

Kalau melihat rekam jejaknya, sejatinya perempuan asal Perancis itu telah punya pengalaman tinggi dalam memandu laga besar dengan ukutan tinggi. Sang wanita diketahui pernah memandu puncak Piala Dunia Wanita awal tahun ini.

Selain itu, ia pula dikenal sebagai wanita perdana yang memandu kompetisi Ligue 1 Prancis antara Amiens kontra Strasbroug. Bermodal jam terbang tinggi itu, sang perempuan pun dapat diujarkan berhasil dalam memimpin partai The Reds menghadapi The Blues.

Meski beberapa keputusannya pernah dipertanyakan lantaran sering dianggap telat tapi secara semuanya ia masih mampu menguasai kendali jalannya laga. Kesuksesan wanita berpostur tinggi 164cm itu tentu tidak lepas dari para asistennya.

Uniknya para asistennya dalam partai kedua tim itu merupakan wanita pula. Mereka adalah Manuela Nicolosi dan Michelle O’Neill yang juga didukung oleh pengadil lapangan berpengalaman Cuneyt Cakir sebagai ofisial keempat.

(DN – Satupedia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kerusuhan Laga Sepakbola di Honduras, Tiga Orang Tewas

Kerusuhan Laga Sepakbola di Honduras, Tiga Orang Tewas

Tegucigalpa – Tiga orang meninggal dunia dan tersedikit 10 orang menderita luka dalam keributan di ...