Home > Berita Liga Italia > Juventus > Pembelian Matthijs De Ligt Berpengaruh Negatif Terhadap Saham Juventus

Pembelian Matthijs De Ligt Berpengaruh Negatif Terhadap Saham Juventus

Turin – Banyak yang meminta bahwa Matthijs De Ligt bakal menjadi pembelian paling berharga Juventus pada musim panas ini. Namun, kehadiran sang amunisi justru ada pengaruhnya negatif kepada status Bianconeri di pasar saham.

Pembelian Matthijs De Ligt Berpengaruh Negatif Terhadap Saham Juventus

Amunisi asal Belanda itu adalah salah satu amunisi yang berguna mengangkat tim raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, sampai ke final Liga Champions pada musim 2018-2019 kemarin. Itu adalah pencapaian terbaik mereka semenjak dulu mencapai semifinal di musim 1996-1997 lalu. (18/07/2019)

Butuh diketahui bahwa punggawa berpostur tinggi 189cm ini bahkan baru genap berumur 20 tahun pada bulan Agustus nanti. Di umurnya yang masih terlalu belia, ia telah memberi sumbangan besar sehingga dipercaya kualitasnya di masa mendatang bakal jauh lebih baik.

Bahkan, masyarakan tidak malas untuk membandingkan bek berusia 19 tahun itu dengan bintang belia Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe. Dan kalau memperhatikan pengorbanan Les Parisiens untuk merekrut sang wonderkid dari AS Monaco, nilai 75 juta euro yang dikucurkan klub asal Ibukota Perancis ini terpandang kecil.

Itulah kenapa penggemar ramai begitu mengetahui Vecchia Signora memperoleh servis palang pintu Timnas Belanda tersebut. Tim itu menaklukkan Barcelona dan Paris Saint-Germain dalam pengejaran tanda tangannya. Tapi dominan kehadiran sang amunisi ini justru memberi benturan negatif kepada Si Nyonya Tua.

Dilansir dari Calciomercato.com, diketahui bahwa nilai kampiun Liga Italia 2018-2019 itu di jendela saham merasai penurunan sebesar dua persen. Untungnya, harga saham Juventus pernah naik sejumlah lima persen dalam kurun waktu beberapa hari pamungkas.

Meski membikin masyarakat gempar, namun benturan dari pilar kelahiran Leiderdorp, Belanda itu belum dapat disamakan oleh Cristiano Ronaldo. Membandingkan keduanya saja sesungguhnya tidaklah sama, lantaran sang megabintang telah merantau di dunia sepak bola selama bertahun-tahun.

Tapi tidak ada salahnya untuk memaklumi bagaimana benturan seorang punggawa kepada harga tim di pasar saham. Contohnya adalah ketika bomber asal Portugal ini menyumbang tiga brace ke gawang Atletico Madrid di partai leg kedua babak 16 besar Liga Champions beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, waktu Si Nyonya Tua takluk di leg perdana, harga sahamnya turun hingga 11 persen. Berita jelek tersebut mengikuti pendapat masyarakat yang pesimis menilik Vecchia Signora mampu maju lebih jauh. Seluruhnya berubah begitu eks ujung tombak Real Madrid itu melesakkan trigol di leg kedua.

Tidak cuma membikin klub asal Turin tersebut lolos ke babak perempat final, pemain berusia 34 tahun ini juga memberi peningkatan harga tim di pasar saham hingga 17 persen. Itu artinya, dalam kurun waktu tiga pekan, sang striker telah membikin penambahan sebesar tujuh persen.

Itu belum ada apa-apanya kalau dibandingkan ketika ia perdana kali tiba ke Bianconeri pada musim panas 2018 lalu. Usai direkrut dari Real Madrid dengan nilai 100 juta euro, pasar saham Si Nyonya Tua melonjak hingga 62 persen.

(YT – Satupedia.com)

x

Check Also

Juventus Bakal Lepas Pemain Yang Bersinar di ICC 2019

Juventus Bakal Lepas Pemain Yang Bersinar di ICC 2019

Turin – Winger Juventus, Sami Khedira diberitakan bakal dilepas meskipun bermain impresif di pertandingan pramusim ...