Home > Berita Liga Indonesia > Bek Timnas U-23 Indonesia Tak Bisa Gunakan Hak Pilihnya ?

Bek Timnas U-23 Indonesia Tak Bisa Gunakan Hak Pilihnya ?

Makassar – Sebab KTP-nya belum selesai, palang pintu Timnas Indonesia U-23, Nurhidayat Haji Haris mengaku belum dapat turut mencoblos di Pemilu 2019 atau tidak.

Bek Timnas U-23 Indonesia Tak Bisa Gunakan Hak Pilihnya ?

Pemain berusia 20 tahun itu mengaku ingin turut memakai kewenangan suaranya pada Pemilu Presiden dan anggota legislatif pada Rabu (17/04/2019) di kampung halamannya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia memilih kembali ke kota kelahirannya karena skuatnya, Bhayangkara FC diliburkan sementara waktu supaya punggawa dapat menggunakan hak memilih.

Meskipun begitu, amunisi asal Makassar itu menuturkan belum tahu apakah dapat ikut menyoblos atau tidak. Pasalnya, saat ini, kartu tanda penduduknya belum sepenuhnya selesai sebab masih ada halangan.

Sehingga ia terlebih dahulu menjajal meminta izin terlebih dahulu ke petugas di TPS (tempat pumungutan suara) manfaat menentukan hak suaranya dapat dipakai atau tidak.

“KTP saya belum jadi, belum keluar karena katanya itu (blangko habis) belum ada. Jadi ini saya pulang Makassar dulu baru nanti tanyakan apakah bisa ikut coblos atau tidak,” tuturnya.

Selain Nurhidayat, salah satu winger The Guardian, Adam Alis pun menjelaskan siap memakai hak suaranya di pemilu tahun ini.

Menurut eks pemain Sriwijaya FC itu, satu pilihan darinya akan sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia selama lima tahun ke depan.

Sementara itu, beberapa punggawa Bhayangkara FC dilaporkan tidak dapat memakai hal pilihnya seperti kapten Indra Sjafri, Sani Rizki, Awan Setho dan masih banyak lainnya.

Tampak para amunisi tersebut memang tidak bisa memilih sebab berlabuh dalam kesatuan Polri dimana mereka tidak diperbolehkan memakai hak memilih atau dipilih selama yang bersangkutan masih anggota aktif. Pakar Hukum Tata Negara, Saldi Isra, menjelaskan ketentuan tersebut merupakan alternatif politik hukum Indonesia.

“Pilihan politik hukum kita kan begitu. Mereka (TNI/Polri) dianggap kelompok yang tidak boleh terdistribusi dalam faksi-faksi partai,” ujar Saldi.

(DB – Satupedia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Diduga Lakukan Penganiayaan, Patrich Wanggai Berikan Klarifikasi

Diduga Lakukan Penganiayaan, Patrich Wanggai Berikan Klarifikasi

Palangkaraya – Penyerang Kalteng Putra, Patrich Wanggai menyampaikan klarifikasi terhadap awak media terkait perkara penganiayaan ...