Home > Berita Liga Indonesia > Calon Legiun Asing Bhayangkara FC Pernah Tersangkut Narkoba ?

Calon Legiun Asing Bhayangkara FC Pernah Tersangkut Narkoba ?

Jakarta – Leguin asing baru milik klub sepak bola Indonesia, Bhayangkara FC, Jonathan Reis, dahulu ternyata sempat terkena persoalan serius akibat perkara pemakaian narkoba.

Calon Legiun Asing Bhayangkara FC Pernah Tersangkut Narkoba ?

The Guardian baru saja kehadiran seorang pilar baru mantan PSV Eindhoven bernama Jonathan Reis. Berita berlabuhnya Reis ke tim besutan Alverdo Vera itu perdana kali muncul dan beredar di akun Instagram @indos.transfer.

Lewat fitur Insta Story, @indos.transfer menuliskan kalau Bhayangkara FC diam-diam kehadiran satu punggawa anyar bernama Jonathan Reis. Bahkan, sosok bomber asal Brazil itu langsung diturunkan saat The Guardian bertemu Bali United di partai Piala Presiden 2019.

“Terlihat di laga Piala Presiden 2019 antara Bhayangkara FC vs Bali United ada sosok pemain asing baru yang bermain untuk Bhayangkara FC, dan baru dimasukan di 15 menit terakhir babak kedua,” tulis akun @indos.transfer pada unggahannya di Instagram.

Menonton jauh ke belakang, pemain kelahiran Contagem, Minas itu ternyata memiliki rekam jejak karier yang gelisah. Walaupun sempat tampil di klub sebesar Boeren, dahulu ia juga pernah tersangkut masalah akibat memakai narkoba.

Seperti yang tertuang pada artikel di situs Goal.com pada 24 Januari 2010 silam. Penyerang kelahiran Contagem, Minas Gerais, Brasil itu dituliskan didepak oleh Rood-witten lantaran kepergok memakai obat-obatan terlarang.

Awal masalah terjadi ketika Reis terlambat hadir ke markas PSV setelah liburan musim dingin. Skuat kepelatihan Boeren curiga dengan keadaan fisik punggawa berpostur tinggi 182cm itu yang sering tampak tidak dalam keadaan sehat.

Pihak Rood-witten pun akhirnya melakukan tes doping kepada Reis. Hasilnya mengagetkan, eks pilar Vitesse itu dinyatakan positif dan tidak lama usai itu pihak PSV mengambil kemahiran jelas.

“Keputusan ini sulit, tapi tak bisa dihindari. Kami sudah membahas situasi Jonathan Reis beberapa jam terakhir dan kami sampai pada kesimpulan, kami tak punya pilihan selain melepasnya,” ujar Direktur PSV Jan Reker seperti dikutip dari Goal.com.

Reis sendiri pernah membentangkan alasannya memakai narkoba. Ia mengaku memakai kokain dan ganja untuk mengalahkan rasa bingung atas segala masalah yang dilakoninya.

“Saya merasa sangat sendirian. Ketika sesuatu terjadi, saya menjadi sedikit gugup, jadi saya mencari obat. Saya menggunakan kokain dan ganja sesekali. Saya juga menggunakan ketika saya di Brasil,” ucap Reis seperti dikutip dari Sportskeeda.

Beruntungnya, lini depan berusia 29 tahun itu masih diberi kans kedua oleh Boeren. Usai didepak, ia akhirnya direkrut lagi oleh Rood-witten pada 17 Juli 2010.

Sosok Reis sesungguhnya memiliki bakat yang menjanjikan kalau tidak terkena masalah seperti ini. Buktinya, ia sempat begitu dipuji karena bisa menyumbang tiga gol saet PSV menang 10-0 atas Feyenoord di Eredivisie Belanda pada 24 Oktober 2010 silam.

(DK – Satupedia.com)

x

Check Also

Lawan Persebaya, TIRA-Persikabo Berharap Keberuntungan

Lawan Persebaya, TIRA-Persikabo Berharap Keberuntungan

Bogor – Bek TIRA-Persikabo (TR-Kabo) Herwin Tri Saputra menjelaskan utamanya mengawal konsentrasi ketika melawan Persebaya ...