Home > Berita Liga Indonesia > Gagal Merapat Ke Persebaya, Evan Dimas dan Andik Buka Suara

Gagal Merapat Ke Persebaya, Evan Dimas dan Andik Buka Suara

Surabaya – Pilar jebolan klub internal Persebaya, Andik Vermansah dan Evan Dimas Darmono mengirimkan klarifikasi atas kegagalan dirinya berlabuh dengan Bajol Ijo musim ini. Karena masalah itu menjadi perbantahan di media sosial, dan tidak sering keduanya mendapat kritikan dari Bonek.

Gagal Merapat Ke Persebaya, Evan Dimas dan Andik Buka Suara

Klarifikasi disampaikan dengan format diskusi dengan perwakilan Bonek di salah satu rumah makan di Surabaya, Kamis (11/01) malam. Mereka memberikan fakta yang sebenarnya tentang proses komunikasi dan negosiasi dengan manajemen Persebaya.

Pada saat menyampaikan klarifikasi, dua punggawa Timnas Indonesia tersebut didampingi oleh agennya, Muly Munial dari Munial Sport Group. Muly menjadi pembicara pertama dan memapar secara rinci bagaimana akhirnya Evan Dimas dan Andik Vermansah tidak jadi berlabuh dengan Green Force.

Menurut Muly, tidak benar jika Evan Dimas memilih menerima tawaran klub lain usai manajemen Persebaya memenuhi semua permintaan mantan Winger Bhayangkara FC tersebut. Karena sebenarnya Evan sudah cukup bersabar untuk menunggu kepastian dari manajemen, tetapi tidak ada hasil.

”Akhirnya saya pamitan sama manajemen Persebaya. Mas, kalau gini kita harus setuju bahwa kelihatannya tidak ada titik temu, saya dan Evan pamit, kelihatannya Evan mungkin akan memilih klub lain, dan manajemen sudah menerima itu,” ungkap Muly.

Soal Andik, Muly mengaku sudah dua tahun mengusahakan agar pemain berusia 27 tahun tersebut bisa berlabuh dengan Bajol Ijo. Bahkan Muly mengizinkan Andik untuk berhubungan secara langsung dengan manajemen, agar tidak ada bekas bahwa agen berusaha menutupi Andik.

”Kalau dibilang mata duitan, aduh dua tahun lalu ada empat klub yang nawari dia [Andik Vermansah], Rp. 1 M [Milyar] lebih, di lokal. Kalau di Malaysia sudah banyak, di Thailand juga ada,” sambungnya.

Tetapi kata Muly, Andik tetap mengutamakan untuk kembali ke Indonesia dan memperkuat Persebaya karena dia punya harapan yang sangat besar untuk menjadi bagian dari klub yang membesarkan namanya tersebut.

Namun, dari fakta yang disampaikannya, Muly menuturka bahwa tidak niatan dirinya maupun dua pemainnya untuk memojokkan manajemen Persebaya. Sebab ia tetap berkeinginan Andik maupun Evan Dimas bisa berlabuh dengan Green Force pada peluang yang lain.

Usai pemaparan dari Muly selesai, giliran Andik Vermansah yang buka suara. Andik tidak menolak adanya usaha komunikasi dengan manajemen Persebaya yang dijembatani oleh Direktur Amatir Persebaya, Saleh Hanifah. Menurut Andik, Saleh Hanifah sangat ingin menolongnya berlabuh dengan Bajol Ijo.

”Kita sempat nego, mungkin sudah tidak ada komunikasi selama tiga minggu saya menunggu. Saya juga banyak tawaran dimana-mana, alhamdulillah di Malaysia masih ada tiga tim, di Indonesia ada dua tim. Itu pun saya gantung demi saya pengin ke Persebaya,” papar Andik.

Tapi karena penantian yang cukup panjang tidak ada hasil, Andik mulai merasa bahwa dirinya tidak dikehendaki untuk berlabuh dengan Bajol Ijo musim ini. Sehingga dia memilih menerima lamaran dari Madura United meskipun dia pernah ingin kembali lagi ke Malaysia.

”Saya pengin balik ke Surabaya, pengin main di sini dan pengin dekat sama orang tua,” lanjut Andik.

Pemain asal Jember ini juga tidak menolak adanya batasan dalam masa kerjanya bersama Madura United bahwa dirinya tidak mau tampil ketika Laskar Sapeh Kerrab melawan Green Force. Karena dia tidak ingin tampil dengan menggunakan jersey klub selain Persebaya di depan Bonek Mania.

Tidak jauh berbeda dengan Andik, Evan Dimas Darmono juga menuturkan bahwa dirinya sangat ingin kembali tampil bersama Bajol Ijo. Bahkan secara terang-terangan Evan menyebutkan kepada manajer Persebaya, Chandra Wahyudi bahwa hatinya tetap berwarna hijau.

Tetapi Evan Dimas merasa perlu melakukan klarifikasi karena sudah tidak tahan dengan banyaknya omongan di media sosial yang ditujukan kepadanya. Pasalnya ada kesan dirinya tidak loyal dengan Green Force atas pilihannya berlabuh dengan klub lain.

”Persebaya keluarga saya sendiri, kayak rumah saya sendiri, sejak kecil saya di Surabaya. Masak saya dibilang seolah tidak mau di Persebaya, dan dikatain sama Bonek, nelangsa hati saya,” tegas Evan.

Dan, baik Andik Vermansah maupun Evan Dimas menjelaskan bahwa klarifikasi tersebut disampaikan bukan untuk memperkeruh keadaan. Tetapi semuanya dilakukan demi kebaikan Persebaya, klub yang dicintainya.

(PM – Satupedia.com)

x

Check Also

Pelatih PSM Sanjung Kualitas Lini Serang Persebaya

Pelatih PSM Sanjung Kualitas Lini Serang Persebaya

Makassar – Sebelum melawan Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (17/07/2019), ...