Home > Berita Bola > Pengacara Kathryn Desak Ronaldo Buktikan Tudingan Pemerkosaan Hanyalah Rekayasa

Pengacara Kathryn Desak Ronaldo Buktikan Tudingan Pemerkosaan Hanyalah Rekayasa

Madrid – Bintang anyar Juventus, Cristiano Ronaldo ditantang oleh pengacara pihak Kathryn Mayorga untuk menunjukkan bukti yang mendukung pernyataannya bahwa dokumen-dokumen dalam dugaan pemerkosaan hanyalah rekayasa.

Pengacara Kathryn Desak Ronaldo Buktikan Tudingan Pemerkosaan Hanyalah Rekayasa

Mayorga menuding Ronaldo telah melakukan pelecehan di sebuah hotel di Las Vegas pada tahun 2009 silam, walau hal tersebut telah dibantah keras oleh penyerang asal Portugal itu.

Adalah Media Jerman, Der Spiegel, yang pertama kali mengunggah kabar tersebut dan media yang sama menyebutkan bahwa sosok berusia 33 tahun itu telah membayar Mayorga $375.000 pada 2010 sebagai bagian dari kesepakatan agar sang wanita tak membocorkannya kepada publik. Bulan lalu, Mayorga melontarkan tuntutan hukum sebagai cara untuk memutus kesepakatan tersebut, sementara kepolisian Las Vegas telah menggelar lagi investigasi.

Dalam pernyataannya, kuasa hukum Ronaldo, Peter Christiansen, mengklaim adanya pembayaran pada Mayorga, namun ia membantah laporan terkini yang terbit pada pekan lalu dan menyebutnya sebagai sebuah rekayasa.

Namun, sebuah pernyataan dari pengacara, Larissa Drohobyczer dan Leslie Stovall, yang mewakili Mayorga, menyatakan (13/10/2018): “Kami berterima kasih kepada pengacara terbaru Ronaldo yang mengonfirmasi dan mengakui dalam pernyataan pada 10 Oktober 2018 bahwa dokumen ‘Kebocoran Sepakbola’ diperoleh dari Cristiano Ronaldo atau individu yang mengatasnamakan dirinya.”

“Kami menanti untuk meninjau bukti apa pun, seperti yang disebutkan pengacara Ronaldo, bahwa sejumlah dokumen ‘Kebocoran Sepakbola’ diubah, direkayasa, atau berisi informasi yang salah/tidak akurat.”

“Dalam kasus-kasus perdata dan pidana, sengketa terkait akurasi dokumen umumnya adalah masalah fakta yang harus diputuskan oleh juri. Juri menentukan keakuratan dokumen yang disengketakan dengan: 1) Membandingkan versi-versi yang berbeda dari dokumen yang disengketakan; (2) Mendengarkan kesaksian individu yang menulis, menyiapkan, mengirim, dan menyimpan dokumen yang disengketakan; (3) Mempertimbangkan keadaan ketika dokumen ditulis, disiapkan, dikirim, disimpan, dan dipelihara; (4) Mendengarkan kesaksian ahli forensik yang telah memerikasa domumen yang disengketakan, dan perangkat-peringkat di mana dokumen itu ditulis, disiapkan, dikirim, dan disimpan.”

“Dalam kasus perdata, deteksi dilakukan untuk mendapatkan bukti mengenai hal-hal ini melalui pertukaran dokumen yang disengketakan, pemeriksaan forensik terhadap dokumen dan perangkat yang disengketakan, dan pemeriksaan saksi di bawah sumpah. Dalam kasus pidana, jaksa bergantung pada telaah investigator terhadap dokumen yang disengketakan, pemeriksaan forensik terhadap perangkat dan dokumen yang disengketakan, dan interogasi saksi.” pungkasnya. (Edy – satupedia.com)

x

Check Also

Indra Sjafrie Minta Timnas Indonesia U-19 Tampil Lebih Baik Saat Lawan Qatar

Jakarta – Pertandingan perdana Piala Asia U-19 2018 antara Timnas Indonesia U-19 melawan Chinese Taipei ...