Home > Berita Liga Champions > Pelatih AS Roma Mengklaim Dirinya Salah Satu Orang Yang Optimis

Pelatih AS Roma Mengklaim Dirinya Salah Satu Orang Yang Optimis

Jakarta – Salah satu sosok yang sangat optimis dalam menatap kedepan untuk menghadapi segala hal adalah pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco.

Pelatih AS Roma Mengklaim Dirinya Salah Satu Orang Yang Optimis

Eusebio di Francesco

AS Roma sendiri bakal menjamu Liverpool di Stadio Olimpico pada leg kedua babak semifinal Liga Champions 2017/18, Kamis (03/5). Pada saat ini, Roma memang tengah terancam untuk gagal melangkah ke babak final Lga Champions, namun pelatih Eusebio Di Francesco menegaskan bahwa timnya masih yakin jika mereka mampu membalikkan keadaan.

Baca juga : Patrik Schick Yakin AS Roma Bisa Cetak 3 Gol Balasan Di Olimpico

Seperti diketahui bahwa pada leg pertama di Anfield, Roma dihabiskan Liverpool denagn skor 2-5. Pada waktu itu, Liverpool unggul 5-0 terlebih dahulu melalui gol-gol Mohamed Salah (36′, 45′), Roberto Firmino (61′, 69′) dan Sadio Mane (56′). Namun dalam sepuluh menit akhir pertandingan, Roma mampu mencuri dua gol tandang melalui Edin Dzeko (81′) dan Diego Perotti (85′ penalti).

Hasil tersebut membuat Roma berada dalam situasi yang sama saat menghadapi Barcelona di babak perempat final Liga Champions. Roma memang sempat menelan kekalahan dengan skor 1-4 di Camp Nou pada leg pertama dan banyak orang menganggap bahwa tim asuhan Eusebio Di Francesco tak akan mampu lolos ke semifinal.

Namun Roma tetap yakin dan akhirnya bisa lolos dengan kemenangan 3-0 di Olimpico pada leg kedua.

“Kami sudah melakukan sesuatu yang luar biasa di Liga Champions musim ini,” kata EDF di stasiun televisi Rai, seperti dikutip Football Italia.

“Saya juga datang ke sini untuk menyampaikan pesan: Tim ini sudah melalui perjalanan hebat dan kami tak mau berhenti di sini. Kami ingin percaya dengan comeback, karena itu adalah sikap yang saya pegang teguh dalam kehidupan.”

“Saya seorang optimis. Sepakbola itu menyenangkan dan harus dinikmati. Saya ingin membuat orang-orang merasa senang, dan itulah yang mendorong saya.”

“Saya senang berselebrasi dengan orang-orang setelah peluit panjang, karena itu juga bagian dari pekerjaan.”

Dalam pertandigan leg kedua ini memang akan mendapatkan perhatian lebih dari aparat keamanan. Sebab dua orang ultras Roma telah melakukan penganiayaan terhadap fan Liverpool bernama Sean Cox sebelum leg pertama di Inggris.

“Saya menentang segala bentuk kekerasan. Sayangnya, sebagian kecil dari tifosi kami, yang tak ada hubungannya dengan sepakbola atau dengan kami, telah merusak citra kelompok suporter yang senantiasa mendukung dan akan tetap mendukung kami Rabu nanti,” imbuh EDF.

(Okto – Satupedia.com)

x

Check Also

Barcelona Tak Puas Hanya Sekedar Lolos Fase Gugur Liga Champions

Spanyol – Meski telah lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2018/19, Barcelona rupanya masih ...