Home > Berita Liga Spanyol > Real Madrid > Ronaldo Dianggap Bukan Yang Terbaik Dalam Sejarah Real Madrid

Ronaldo Dianggap Bukan Yang Terbaik Dalam Sejarah Real Madrid

Jakarta – Cristiano Ronaldo memang tidak bisa diragukan lagi bakal menjadi Legenda Real Madrid, meskipun saat ini ia masih bermain dan menjadi andalan di lini depan. Sejak datang pada musim panas 2009 lalu, Ronaldo memberikan kontribusi untuk Real Madrid yang bisa dibilang sangat spektakuler.

Ronaldo Dianggap Bukan Yang Terbaik Dalam Sejarah Real Madrid

Selain berhasil mempersembahkan gelar kolektif yang melipui seluruh trofi di level klub, bersama Madrid Ronaldo juga empat kali terpilih sebagai pemain terbaik dunia. Bahkan Ronaldo juga tercatat sebagai top skor sepanjang masa El Real lewat torehan 446 gol dari hanya 431 penampilan.

Baca juga : Manolo Sanchis Sebut DNA Juara Real Madrid Tak Bisa Dibeli Dengan Uang

Memang tak diragukan lagi jika banyak pihak yang menilai Ronaldo sebagai pemain terbaik dalam sejarah Madrid. Namun salah satu legenda Madrid, Manolo Sanchis dengan tegas menolak anggapan tersebut, meskipu ia juga mengakui bahwa Ronaldo merupakan salah satu yang terbaik.

“Bayangkan berapa banyak pemain hebat yang pernah saya lihat [selama membela Madrid]. Dan sekarang kita berpikir bahwa satu pemain hebat lebih baik dari pemain hebat lainnya [di Madrid]?” buka Sanchis pada Goal Spanyol.

“Jelas bahwa Ronaldo adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah klub ini dan olahraga ini. Namun mengapa kita harus katakan bahwa satu peman lebih baik atau buruk ketimbang Alfredo Di Stefano, Emilio Butragueno, atau Amancio Amaro?

“Semua pemain punya tempatnya sendiri dan tempat itu tak bisa diambil alih oleh pemain lainnya,” tuturnya bijak.

Manolo Sanchis juga memberikan komentarnya terkait gol salto spektakuler Ronaldo ke jala Juventus, pada leg pertama babak perempat-final Liga Champions lalu.

“Pertama, teknik menendang bola dari ketinggian macam itu sangatlah besar dan terkoordinasi, membuat gol tersebut menjadi sesuatu yang istimewa,” ujar sosok berusia 52 tahun tersebut.

“Namun itu juga dinilai berdasar kapan dan di mana momen itu terjadi: melawan Juventus, menghadapi Buffon, dan dengan situasi di mana Juve tengah menekan untuk mengejar ketertinggalan 1-0.

“Itu adalah gol yang krusial pada momen penting, dan di tempat terbaik untuk mencetaknya,” sanjungnya.

(Okto – Satupedia.com)

x

Check Also

Theo Hernandez Belum Menyerah Rebut Posisi Inti Madrid

Theo Hernandez Belum Menyerah Rebut Posisi Inti Madrid

Jakarta – Theo Hernandez mengungkapkan bahwa dirinya saat ini merasa jauh lebih baik saat bermain ...