Home > Berita Liga Inggris > City Mulai Menikmati Hasil Dari Aktifitas Belanja 220 Juta Pounds

City Mulai Menikmati Hasil Dari Aktifitas Belanja 220 Juta Pounds

Jakarta – Sudah tak usah diragukan lagi, Manchester City kini menikmati hasil dari aktifitas belanja yang mencapai 220 juta Pounds. City sudah berbeda wajah dari kampanye Liga Primer Inggris musim lalu, karena hasil belanja tersebut tak dapat berbohong dengan performa mereka di awal musim 2017/18 yang menjadi jawabannya.

City Mulai Menikmati Hasil Dari Aktifitas Belanja 220 Juta Pounds

Musim lalu, The Citizens finis dengan tangan hampa tanpa gelar. Hasil tersebut merupakan alasan dari adaptasi debut Pep Guardiola yang baru menyesuaikan gaya permainan di Liga Primer. Adanya perombakan besar di tubuh skuat, seperti pendepakan Joe Hart sebagai kiper utama yang digantikan Claudio Bravo merupakan pembelaan atas keterpurukan Manchester City, dan memang terdengar wajar dan bisa dimaklumi.

Baca juga : Manajer Manchester City Enggan Remehkan Napoli

Sebenarnya City membukukukan catatan baik di awal musim lalu dan sekarang. Enam kemenangan beruntun di awal musim lalu berhasil diraih City, namun mimpi mereka hancur usai takluk 2-0 dari Tottenham Hotspur di Oktober. Setelah itu, kans juara mereka mulai diragukan selepas menelan tiga kekalahan tambahan di periode Desember.

Pada musim ini situasinya berubah drastis, City menutup laga pekan kedelapan dengan memantapkan posisi di puncak dan unggul dua angka atas rival sekota mereka Manchester United setelah hanya bisa bermain imbang dengan Liverpool.

Manchester City juga mencatatkan rekor atas ketajaman lini depan mereka. Total memasukkan 29 gol membuat mereka menjadi tim dengan tingkat produktivitas terbaik dalam delapan laga awal di Liga Primer, sejak Everton dengan 30 gol pada musim 1894/95.

City mulai perombakan pada sektor bek sayap. Guardiola melepas sejumlah penggawa veteran seperti Bacary Sagna, Gael Clichy, Aleksandar Kolarov hingga ikon tim, Pablo Zabaleta untuk digantikan tiga bek sayap baru seperti Kyle Walker, Benjamin Mendy, Danilo serta Fabian Delph yang dipaksa menjadi bek kiri dadakan hingga menghadirkan dimensi baru.

Pertandingan melawan Cheslea merupakan contoh nyata efektivitas skema ofensif Guardiola. Karena pertandingan tersebut merupakan salah satu ujian terberat City di awal musim ini, namun berhasil dilalui dengan torehan kemenangan 1-0.

Kemudian bagian lini belakang City yang semakin lengkap dengan hadirnya Ederson Moraes yang menggusur eksistensi Bravo setelah kerap mendapatkan kritikan pedas sebagai kiper utama musim kemarin. Ederson yang memiliki tipe sweeper-keeper merupakan salah satu idaman Guardiola.

Pemain berusia 24 tahun asal Brasil itu juga menyuguhkan ketenangan yang mampu mengangkat moral dan mental barisan beknya seperti Nicolas Otamendi dan John Stones yang menjadi duo sosok yang tampak berbeda namun mereka mampu tampil lebih rapi dalam organisasi permainan.

Jika performa City terus berlanjut seperti yang ditunjukkan saat menghancurkan Stoke City pada akhir pekan kemarin dengan skor fantatis 7-2, maka tak diragukan lagi bila trofi Liga Primer akan mampir ke Etihad Stadium untuk ketiga kalinya di akhir musim ini.

(Okto – Satupedia.com)

x

Check Also

Kane Sumbar Telah Menjadi Pemain Yang Serba Bisa

Kane Sumbar Telah Menjadi Pemain Yang Serba Bisa

London – Striker Tottenham, Harry Kane mengaku sangat puas dengan permainan dirinya yang sangat bagus. Sebab dirinya memang ...