Home > Berita Liga Indonesia > Timnas Sebenarnya Unggul Operan Tapi Tak Bisa Cetak Gol

Timnas Sebenarnya Unggul Operan Tapi Tak Bisa Cetak Gol

Jakarta – Dalam laga pembuka SEA Games Timnas Indonesia U-22 saat melawan Thailand harus puas dengan berbagi satu point, di Stadion Shah Alam, Selangor, Selasa (15/8/2017).

Timnas Sebenarnya Unggul Operan Tapi Tak Bisa Cetak Gol

Ilustrasi Logo Timnas Indonesia

Permainan Timnas U-22 terlihat lebih baik ketimbang Thailand kemarin. Mereka mampu mengontrol jalannya laga dan membuat lini pertahanan Thailand kerepotan.

Baca Juga : Ezra Walian Kemungkinan Besar Bermain Saat Timnas Lawan Filipina

Skema umpan-umpan pendek berjalan dengan lancar. Data dari akun twitter @Labbola mencatat, Timnas U-22 mencatatkan akurasi operan hingga 80 persen. Ini lebih baik ketimbang Thailand yang cuma mencatatkan akurasi operan 74 persen.

Menguasai jalannya laga, bukan berarti Timnas U-22 tak punya kekurangan. Masih ada hal yang harus dipertajam di laga selanjutnya.

Kreativitas serangan dan penyelesaian akhir harus ditingkatkan. Thailand memang kesulitan saat membangun serangan.

Tapi, urusan keberanian dalam melepaskan tendangan yang mengancam gawang Timnas U-22, mereka lebih baik. Ada 10 tendangan yang dilepaskan Thailand dan tiga di antaranya mengarah ke target.

Dan, Timnas U-22 hanya melontarkan sembilan tendangan dengan dua di antaranya mengarah ke target.

Bukan cuma soal keberanian melepaskan tendangan. Timnas U-22 harus mempertajam akurasi umpan silang mereka.

Banyak umpan silang yang dilepaskan para pemain Timnas U-22 gagal menemui target saat menghadapi Thailand.

Kapten Timnas Indonesia di SEA Games 1991, Ferril Raymond Hattu, menyatakan pelatih Luis Milla Aspas sudah seharusnya meminta Evan Dimas cs untuk lebih kreatif dalam membangun serangan. Menurut Ferril, permainan Garuda Muda masih monoton.

“Kecepatannya kurang dan tempo masih mononton. Ada juga momen di mana tenaga dan stamina mereka menurun,” kata Ferril, Rabu (16/8/2017).

Salah satu cara untuk meningkatkan kreativitas permainan, disebut Ferril, adalah dengan merotasi pemain di laga kontra Filipina, besok. Dengan rotasi, tentu Timnas U-22 akan memiliki tenaga baru karena pemainnya lebih bugar.

Tingkat konsentrasi pun akan lebih tinggi. “Fisik yang prima diperlukan, meski teknik tak boleh dilupakan. Pelatih jangan terpaku pada starting XI saja. Lawan Filipina, harus menang besar lah. Itu untuk memudahkan langkah di laga selanjutnya. Apalagi, kemarin Filipina menang,” terang Ferril.

(Siti Rahma – satupedia.com)

x

Check Also

PSBS Gagal Curi Poin di Gelora Bung Tomo

PSBS Gagal Curi Poin di Gelora Bung Tomo

Surabaya – PSBS Biak gagal melewati tantangan uji nyali di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), ...