Home > Berita Liga Indonesia > Sosok di Balik Kesuksesan Persib

Sosok di Balik Kesuksesan Persib

Bandung – Dalam ajang Piala Jenderal Sudirman memang keadaan dari Persib Bandung telah hancur lebur. Namun tahukah Anda bahwa sebelumnya Persib menjadi klub yang sangat adigdaya.

Sosok di Balik Kesuksesan Persib

Karena dalam kurun waktu 2012-2014, Persib berhasil mendapatkan empat gelar kejuaraan yaitu dalam ajang Celebes Cup 2012, Indonesia Super League (ISL) 2014, Piala Wali Kota Padang 2015, dan yang terakhir adalah Piala Presiden 2015.

Yang pasti adalah sosok dibalik deretan gelar itu adalah sang pelatih Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman bersama dengan tim pelatih dan juga pemainnya yang menjadi sosok sentral. Tidak hanya sosok mereka saja, namun masih ada beberapa nama yang dijadikan sebagai penopang atas kesuksesan dari ‘Maung Bandung’ tersebut.

Dimana salah satu sosok sentral yang tersembunyi pada sosok sentral Persib adalah Rafi Ghani. Ia itu dokter dari tim Persib yang telah lama bergabung bersama dengan Persib semenjak era kepelatihan Jaya Hartono di tahun 2009. Walaupun saat ini posisi dari sang pelatih kepala telang berulang kali berganti, namun peran serta dari Rafi sama sekali tidak tergantikan.

Pada awalnya, memang Rafi adalah sebagai dokter umum yang sama sekali tidak memiliki pikiran untuk menjabat sebagai dokter khusus dalam sebuah klub sepakbola. Namun sepertinya takdir telah membawanya untuk menjadi bagian yang penting dalam klub yang saat ini menjadi kebanggaan dari warga Bandung dan juga Jawa Barat ini.

Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, memang Rafi memperoleh tawaran dan telah berkonsultasi bersama dengan sang istri. Terlebih lagi kala itu Rafi sedang membutuhkan suasana kerja yang baru, alhasil tawaran tersebut akhirnya diterima oleh Rafi.

Walaupun demikian, ia tidak langsung terjun langsung bersama dengan skuad Persib. Karena keesokan harinya, Rafi harus terbang ke Bali untuk ikut dalam pelatihan dokter tim sekaligus untuk mendapatkan lisensi atas dokter profesional dari sepakbola.

Sehingga setelah semua pelatihan tersebut selesai, tentunya Rafi mendapatkan lisensi sehingga sudah sah untuk bergabung menjadi bagian dari tim. Memang sebagai orang yang baru dalam industri sepakbola memang ada hal yang berbeda dirasakan oleh pria yang lahir di Bandung, pada 10 Juli 1969 ini.

Karena pada saat menjabat sebagai dokter umum, tentunya waktu praktik ataupun jam kerjanya selalu diatur. Sehingga pada saat menjadi dokter tim, tentunya ada hal yang cukup berbeda. Dimana ketika tim sedang bermain ataupun latihan, ia harus selalu ada dengan tim. Alhasil waktu bersama dengan keluargapun menjadi berkurang.

Walaupun demikian, memang diakui oleh Rafi hal ini sejak awal telah diperhitungkannya. Ia bersyukur diberi istri dan juga anak-anak yang begitu memberikan dukungan penuh atas pekerjaannya. (Hendi Irawan – www.satupedia.com)

x

Check Also

Luis Milla Bangga Dengan Pencapaian Timnas Indonesia U-22

Luis Milla Bangga Dengan Pencapaian Timnas Indonesia U-22

Bangkok – Pelatih timnas Indonesia U-22 Luis Milla bangga dengan pencapaian yang didapatkan anak asuhannya ...